Terbangun Lihat Api Sudah Besar, tak Sempat Selamatkan Harta Benda

MUREKS.CO.ID – Dua unit rumah di Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ludes terbakar. Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, karena korban terbangun mengetahui api mulai membesar.

Kedua rumah tersebut milik H Dahir dan M Rodi (70) terbakar Sabtu 19 November 2022 sekitar pukul 01.00 WIB.

Baca Juga : Ternyata Banyak Manfaat dari Serai Wangi, Berikut Ulasannya

Menurut informasi, api diduga pertama kali muncul dari rumah H Dahir (60), akibat korsleting listrik.

Kemudian percikan api menyambar dinding dan plafon rumah korban terbuat dari kayu.
Korban saat itu tengah tertidur lelap mendadak bangun setelah tersesak kepulan asap di dalam rumah.

Saat bangun api sudah merambat hingga ke plafon rumah. H Dahir berusaha membangunkan seluruh keluarganya yang saat itu masih tertidur.

Baca Juga :Sadis, Seorang Suami di Musi Rawas Bacok Kepala dan Tangan Istri

Rumah itu dihuni H Dahir, Tomo dan Rofik.
Api semakin cepat menjalar ke permukiman Desa Maur Lama terletak di seberang aliran Sungai Rupit. Untuk menuju lokasi hanya bisa dilalui menggunakan jembatan gantung itu.

Akibat peristiwa itu, rumah milik H Dahir dan M Rodi (70), dan dua rumah lainnya yakni milik Firmansyah (50), dan Hj Salma alami kerusakan berat.

Serta tiga rumah warga lainnya milik Idaham, Argani dan Johan rusak ringan.
H Dahir mengaku, tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga miliknya.

Baca Juga :Dihadapan Kapolsek, Orang Tua Pelajar yang Tewas Dirampok Sampaikan Harapan Ini

Dia hanya tertunduk lesu sembari melihat puing puing reruntuhan bangunan.
“Habis galo katek siso,” ucapnya sedih.

Kepala Desa Maur Lama Muhammad Sa’ad, membenarkan kejadian tersebut. “Kalau yang habis total itu dua rumah, kalau yang lain ada juga yang terdempak. Rumah yang habis terbakar milik Rodi dan rumah H Dahir, total kerugian ratusan juta,” ucapnya.

Dirinya mengaku, perjuangan warga untuk memadamkan kobaran api cukup berlangsung lama, sekitar dua jam lebih. Itu karena posisi lokasi kebakaran tidak bisa mendapatkan bantuan dari Damkar.

Baca Juga :Pria Bejat di Prabumulih 50 Kali Cabuli Keponakan, Modus Ancam Sebarkan Video Korban

“Jalan ke desa kita hanya jembatan gantung, jadi cuma pakai peralatan manual untuk memadamkan api,” bebernya.

Untuk sementara sejumlah korban dievakuasi dan diungsikan ke sejumlah rumah milik warga dan juga kerabat korban.

Pihaknya berharap, ada upaya pertolongan lanjutan terhadap korban dari sejumlah pihak untuk membantu meringankan beban korban.

Kepala BPBD Muratara H Zainal Arifin menjelaskan tim dari Pusdal Ops BPBD Muratara sudah melakukan pengecekan lokasi kebakaran dan melakukan beragam pendataan.

Baca Juga :Asyik Makan Bakso, Emak-emak Dicekik dan Dipukul

“Kami sudah laporkan kejadian bencana itu ke pimpinan dan sejumlah pihak terkait lainnya. Informasi yang kami dapat, pemicu kobaran api diduga dari korsleting listrik,” terangnya.

Pihaknya mengimbau, jika masyarakat membuat instalasi listrik agar tidak menggunakan kabel serabut. Kondisi itu dilakukan untuk menghindari potensi korsleting listrik yang kerap terjadi saat penggunaan listrik dalam jangka lama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *