Teknologi

Stand-up Comedy ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono Kembali Viral, Publik Medsos Terbelah

Pertunjukan stand-up comedy spesial ‘Mens Rea’ karya Pandji Pragiwaksono kembali menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Tayangan ini bahkan berhasil menduduki peringkat pertama dalam kategori TV Shows Indonesia di Netflix, menarik perhatian luas dari masyarakat.

Fenomena viralnya kembali ‘Mens Rea’ juga tercermin dari lonjakan pencarian di Google Trends. Mureks mencatat bahwa kata kunci seperti ‘Mens Rea Full’ mengalami peningkatan pencarian hingga 120%, ‘Mens Rea arti’ naik 70%, dan ‘Panji Mens Rea’ melonjak 60% dalam seminggu terakhir. Topik ‘Mens Rea’ sendiri meningkat drastis hingga +2.150% pada Selasa, 06 Januari 2026, pukul 13.55 WIB.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Perjalanan ‘Mens Rea’: Dari Tur Nasional hingga Netflix

Sebelum sukses di Netflix, ‘Mens Rea’ telah lebih dulu menyapa penonton melalui tur di 10 kota di Indonesia sepanjang tahun 2025. Dalam pertunjukan ini, Pandji Pragiwaksono dikenal berani mengangkat isu-isu sensitif, mulai dari kondisi demokrasi hingga perilaku pejabat publik.

Melalui ‘Mens Rea’, Pandji tidak hanya mengajak penonton untuk tertawa lepas, tetapi juga secara cerdas mendorong mereka untuk berpikir dan merenungi dinamika politik serta sosial di sekitar. Pendekatan ini, yang menyentuh topik-topik krusial, tentu saja memicu beragam reaksi.

Pro dan Kontra di Media Sosial: Isu Body Shaming Mencuat

Pembahasan isu sensitif dalam ‘Mens Rea’ tidak selalu disambut positif. Pandji juga menghadapi banyak kritik, pandangan berbeda, dan masukan dari berbagai pihak, terutama terkait dugaan body shaming yang sempat menjadi sorotan.

“Menjadi tontonan pertama di 2026 yang sangat ekstrim. Pandji mendeliver semua bit-nya dengan mulus, meski sesekali ada yg missed tapi pointnya tersampaikan. Gak selalu nonton stand up-nya dia, tapi Mens Rea membuktikan bahwa Pandji memang cerdas milih kata-kata yang tepat buat nyeritain Politik kita yang carut marut,” ungkap akun @djay***olyc.

“Menurut keyakinan gue, Mens Rea di Netflix itu keputusan Jenius. Toh targetnya emang seluruh Masyarakat Indonesia. Makin banyak yang hujat makin banyak yang penasaran. (sampe belain minjem akun netflix adek buat nonton) Jadi makin banyak yang nerima poin yang disampaikan @pandji,” pendapat akun @UnBu**er.

Namun, tidak sedikit pula yang melontarkan kritik pedas terhadap konten ‘Mens Rea’.

“Lucu apa nya Nonton Mens Rea??? Yang ada Congor wadah pandangan Oposisi nya si Pandji. Lo Nonton orang yang gak Lucu bicara Politik di Balut Stand Up Comedi. Dimana Comedi nya?? F**k! Yg ada Kritik Pemerintah dan sangat di sayangkan Nge Bully scara Fisik Wapres RI,” ujar akun @Ian_Fer***n81.

“Komedi paling rendah itu yang bawa-bawa fisik seseorang,” tulis seorang netizen lainnya.

Tujuan Pandji: Edukasi Politik Lewat Komedi

Menanggapi berbagai respons, Pandji Pragiwaksono dalam konferensi pers sebelum tur ‘Mens Rea’ pada April 2025 lalu, pernah menjelaskan tujuannya. “Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Pengennya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu seharusnya lebih pintar dan mawas diri,” kata Pandji kala itu.

Kontroversi dan popularitas ‘Mens Rea’ menunjukkan bagaimana komedi dapat menjadi medium kuat untuk menyampaikan pesan-pesan politik dan sosial, sekaligus memicu diskusi yang mendalam di tengah masyarakat.

Mureks