Pameran teknologi akbar CES 2026 kembali menjadi panggung inovasi, dan salah satu gawai yang paling menarik perhatian adalah Samsung Z TriFold. Perangkat lipat dengan tiga engsel ini menjanjikan pengalaman baru yang menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu genggaman. Allison Johnson, seorang pengulas senior teknologi, membagikan kesan pertamanya setelah menjajal langsung gawai futuristik ini.
Johnson mengakui bahwa satu engsel tambahan pada Z TriFold ternyata “sangat berarti”. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam melipat dan membuka perangkat tersebut, ia merasa siap untuk menukar ponsel lipat satu engsel yang telah digunakannya selama beberapa minggu terakhir.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pengalaman Berbeda dari Ponsel Lipat Konvensional
Sebelumnya, Johnson menggunakan Google Pixel 10 Pro Fold sebagai gawai sehari-hari selama liburan. Ia mencatat bahwa ia jarang sekali membuka lipatan ponsel tersebut. “Tidak ada seorang pun di keluarga saya yang menyadari bahwa ponsel itu bisa dilipat setidaknya selama 24 jam pertama saat saya menggunakannya dalam perjalanan pulang,” ujarnya. Namun, setelah mencoba Z TriFold, ia mulai bertanya-tanya apakah engsel tambahan inilah yang selama ini ia butuhkan.
Samsung Z TriFold, yang saat ini baru tersedia di Korea dan akan masuk pasar AS pada kuartal pertama tahun ini, memiliki dua engsel yang melipat ke dalam. Ini berbeda dengan desain ponsel lipat ganda Huawei. Meskipun harganya belum diumumkan secara resmi, Johnson memperkirakan perangkat ini akan dibanderol dengan harga “sangat mahal”, mengingat Z Fold7 yang hanya memiliki satu engsel sudah seharga $2.000. Namun, jika janji yang terlihat dalam demo pra-CES terpenuhi, banyak orang mungkin tertarik untuk membayar harga tersebut.
Desain dan Interaksi yang Unik
Z TriFold terasa “sangat elastis” saat digunakan. Johnson menceritakan pengalamannya ketika perangkat itu terlepas dari dudukan dan belum sepenuhnya terbuka, namun secara otomatis langsung terbuka penuh di tangannya. Saat melipatnya kembali, pengguna disarankan untuk melipat panel kiri terlebih dahulu karena tonjolan kamera berada di sisi lain. Jika mencoba sebaliknya, perangkat akan memberikan getaran haptik yang kuat dan notifikasi tegas di layar bagian dalam yang “memarahi” pengguna untuk melakukannya dengan cara yang benar.
Saat terlipat, perangkat ini memang terasa tebal, mengingatkan pada Galaxy Z Fold generasi awal. Layar depannya sedikit lebih panjang dan sempit dibandingkan layar ponsel tradisional. Meskipun muat di saku celana panjang, Johnson membayangkan perangkat ini akan terlihat “cukup konyol” jika dimasukkan ke saku samping celana yoga. Ia mencoba menggunakan layar luar, namun godaan untuk membuka lipatan ponsel ini sangat kuat.
Potensi Menggantikan Berbagai Gawai dengan DeX
Johnson, yang biasanya tidak terlalu tertarik pada tablet atau menggunakan keyboard Bluetooth dengan ponsel, merasa bahwa Z TriFold “memohon” untuk dilengkapi dengan aksesori. Ia ingin menyangganya dan menggunakan keyboard kecil yang rapi, bahkan mungkin sebuah mouse. “Jika saya memiliki akses ke semua itu selama liburan, mungkin saya tidak perlu menyeret komputer kerja saya melalui tiga bandara sambil mengurus balita,” katanya. Ia yakin akan lebih sering membuka ponsel lipatnya sebelum hari pertama berakhir.
Aspek yang membuat Z TriFold terasa seperti “The One” – satu-satunya perangkat yang bisa dibawa ke mana-mana, meninggalkan semua gawai lain – tidak lain adalah DeX. Pada Z TriFold, DeX bukan hanya lingkungan desktop saat dipasangkan dengan layar eksternal. Ini adalah mode mandiri lengkap dengan kemampuan windowing sesuai keinginan pengguna. Mureks mencatat bahwa fitur ini menjadi pembeda signifikan.
Ketika kepala produk smartphone Samsung, Blake Gaiser, mengatakan kepada Johnson bahwa “ada versi khusus Adobe Lightroom untuk TriFold”, semuanya mulai masuk akal. Jika ada area abu-abu antara tablet, smartphone, dan komputer, maka di situlah Z TriFold berada. Dan di situlah, kemungkinan besar, Johnson akan ditemukan, terus melipat dan membuka perangkat ini, menyaksikan bagaimana ia membentuk sesuatu yang baru.





