Olahraga

Sean Dyche: “Babak Pertama Benar-benar Tidak Bisa Diterima” Usai Forest Tersingkir di Piala FA

Manajer , , meluapkan kemarahan besar terhadap performa sejumlah pemainnya setelah timnya secara mengejutkan tersingkir dari ajang Piala FA. Forest menjadi tim Premier League pertama yang tumbang di putaran ketiga musim ini, usai dikalahkan Wrexham melalui adu penalti pada Sabtu dini hari WIB, 10 Januari 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stok Cae Ras tersebut, Nottingham Forest harus mengakui keunggulan Wrexham dengan skor 4-3 dalam drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 3-3 hingga babak tambahan waktu. Dyche, yang berusia 54 tahun, melakukan delapan perubahan pada susunan pemain inti yang sebelumnya meraih kemenangan di Premier League atas West Ham United. Keputusan ini berujung petaka, di mana Forest tertinggal 2-0 di babak pertama.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Kekecewaan Dyche memuncak saat jeda pertandingan. “Babak pertama benar-benar tidak bisa diterima,” ujar Dyche kepada TNT Sports. Ia menambahkan, “Saya sudah menyampaikannya kepada para pemain. Ada beberapa individu yang tahu persis dan mereka harus bercermin.”

Meskipun Nottingham Forest berhasil bangkit di babak kedua dan memaksakan pertandingan hingga adu penalti, Dyche menegaskan bahwa performa awal timnya telah mencoreng nama klub. “Ini tidak bisa diterima oleh saya, dan juga tidak bisa diterima oleh lambang klub,” tegasnya.

Dyche juga menyinggung para pemain yang kerap mempertanyakan minimnya menit bermain. Menurutnya, penampilan buruk di babak pertama menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut. “Mereka sering mengetuk pintu dan bertanya kenapa tidak dimainkan. Jawabannya ada di sana, setidaknya untuk beberapa pemain,” katanya.

Pelatih asal Inggris itu memberikan pujian kepada para pemain pengganti yang masuk di babak kedua, termasuk Callum Hudson-Odoi yang berhasil mencetak dua gol dan menjadi katalis kebangkitan Nottingham Forest. Namun, pujian tersebut tidak mengurangi kritik tajamnya terhadap performa awal tim.

“Saya sebenarnya bisa mengganti semuanya saat jeda. Tempo, mentalitas, dan keinginan untuk mengambil alih pertandingan sangat kurang. Tidak ada intensitas, tidak ada niat nyata,” ujar Dyche, menggambarkan betapa buruknya penampilan timnya di paruh pertama. Mureks merangkum, kekecewaan Dyche berakar pada kurangnya semangat juang dan fokus sejak awal laga.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan tegas bahwa penampilan tersebut akan berdampak pada keputusan ke depannya. “Mereka sudah menunjukkan kapasitasnya. Setelah babak pertama itu, saya yakin mereka tidak akan lagi bertanya kenapa tidak dimainkan,” tutup Dyche, mengisyaratkan adanya evaluasi mendalam terhadap skuadnya.

Mureks