Olahraga

Ruben Amorim Tercatat sebagai Manajer Terburuk Manchester United Pasca-Era Ferguson

Manchester United kembali menjadi sorotan publik setelah secara resmi memutuskan untuk berpisah dengan Ruben Amorim. Manajer asal Portugal itu dinilai gagal mengangkat performa Setan Merah secara konsisten. Keputusan pemecatan ini memicu perbandingan dengan manajer-manajer sebelumnya di era pasca-kepergian Sir Alex Ferguson pada tahun 2013.

Berdasarkan data pertandingan, persentase kemenangan, dan posisi akhir liga, kinerja Ruben Amorim berada di level paling bawah. Bahkan, catatannya masih kalah dibanding pelatih interim yang hanya menangani tim dalam waktu singkat. Mureks mencatat bahwa perbandingan ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi klub pasca-era keemasan Ferguson. Berikut adalah perbandingan Ruben Amorim dengan lima manajer tetap Manchester United sebelumnya:

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Ruben Amorim: Manajer Terburuk Sejak 2013

Ruben Amorim mencatatkan performa terburuk Manchester United di era Premier League. Ia menukangi Manchester United selama hampir dua musim, dengan total 63 pertandingan di semua kompetisi. Dari sekitar 62 pertandingan di seluruh kompetisi, Amorim hanya mampu meraih 24 kemenangan, dengan persentase menang di bawah 39 persen. Rata-rata poin per laga yang diraih MU juga hanya berada di kisaran 1,43.

Manchester United bahkan finis di peringkat ke-15 English Premier League (EPL) pada musim terakhir Amorim. Posisi tersebut menjadi yang terendah bagi klub dalam lebih dari tiga dekade. Amorim memang sempat membawa Setan Merah ke final Liga Europa, namun pencapaian itu tidak mampu menutupi buruknya performa di Premier League.

Ole Gunnar Solskjaer: Runner-up Premier League

Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan persentase kemenangan bersama Setan Merah sekitar 51 persen. Ia berhasil membawa Manchester United beberapa kali finis di zona Liga Champions. Manchester United juga sempat finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2020/2021.

Meskipun gagal mempersembahkan trofi English Premier League (EPL), performa Manchester United di liga tergolong cukup stabil di bawah kepemimpinannya. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Solskjaer lebih efektif dibanding Amorim dalam menjaga konsistensi tim di liga domestik.

José Mourinho: Manajer Paling Sukses Pasca-Ferguson

José Mourinho masih menjadi manajer Manchester United paling sukses pasca-Ferguson secara statistik. Ia mencatatkan win rate mendekati 59 persen selama masa kepemimpinannya, angka tertinggi di antara pelatih Manchester United sepeninggalan Sir Alex Ferguson.

Mourinho berhasil membawa Setan Merah menjuarai Europa League dan EFL Cup. Ia juga mengantar tim finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2017/2018. Hingga kini, era Mourinho masih menjadi periode pelatih Manchester United paling berhasil setelah tahun 2013.

Louis van Gaal: Dua Musim dengan Trofi FA Cup

Louis van Gaal mencatatkan win rate Premier League di kisaran 52 persen selama dua musim melatih. Ia menerapkan taktik permainan yang cenderung bertahan, meski gaya bermain tersebut kerap menuai kritik. Di bawah asuhannya, Manchester United mampu bersaing di papan atas liga.

Setan Merah finis di peringkat keempat dan kelima pada era van Gaal. Ia juga mempersembahkan trofi FA Cup sebagai bukti capaian nyata dari keberadaan Van Gaal di Old Trafford. Dari sisi statistik dan prestasi, van Gaal jauh lebih unggul dibanding Amorim.

David Moyes: Manajer Pertama Pengganti Sir Alex Ferguson

David Moyes sering dianggap sebagai awal kemunduran Manchester United pasca-Ferguson. Namun, ia tetap mencatatkan persentase kemenangan di seluruh kompetisi sekitar 53 persen. Angka tersebut menunjukkan performa yang tidak terlalu jauh dari capaian pelatih-pelatih Manchester United lainnya yang ada di dalam daftar ini.

Manchester United finis di peringkat ketujuh pada musim 2013/2014 di bawah Moyes. Hasil tersebut memang mengecewakan bagi klub sebesar Manchester United. Meski begitu, posisi dan statistik Moyes masih berada di atas capaian Amorim.

Dari perbandingan lima manajer tetap Manchester United pasca-Ferguson, Ruben Amorim berada di posisi terbawah secara statistik. Setan Merah terlalu jarang meraih kemenangan dan finis terlalu rendah di klasemen akhir EPL. Kondisi tersebut membuat Amorim tercatat sebagai manajer dengan performa terburuk Manchester United pasca-sepeninggalan Sir Alex Ferguson pada tahun 2013.

Referensi penulisan: www.idntimes.com

Mureks