Olahraga

Ruben Amorim Tegaskan Perannya di Manchester United: “Saya Manajer, Bukan Sekadar Pelatih!”

Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, secara tegas menyatakan dirinya sebagai manajer klub, bukan sekadar pelatih. Pernyataan ini muncul di tengah indikasi frustrasi Amorim terhadap kebijakan transfer klub menjelang jendela transfer Januari 2026.

Amorim, yang direkrut dari Sporting CP pada akhir 2024, menyepakati kontrak hingga musim panas 2027. Dengan sisa satu setengah tahun masa bakti, pria berusia 40 tahun ini menyuarakan ketidakpuasannya karena Manchester United kemungkinan besar tidak akan mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim dingin. Padahal, Amorim membutuhkan amunisi tambahan yang sesuai dengan sistem taktik pilihannya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Ketegangan ini semakin terlihat setelah hasil imbang 1-1 Manchester United melawan Leeds United. Ruben Amorim mengisyaratkan adanya perselisihan dengan direktur olahraga klub, Jason Wilcox. Menurut pantauan Mureks, Amorim tampak menuntut kendali yang lebih besar di Old Trafford, melampaui peran utamanya dalam melatih Bruno Fernandes dan rekan-rekannya.

Amorim Tegaskan Peran Manajer

Dalam pernyataannya kepada ESPN, Amorim tidak ragu menyoroti perbedaan perannya. “Saya ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukannya pelatih Manchester United dan itu sudah jelas,” cetus Amorim.

Ia melanjutkan, “Saya sadar bahwa nama saya bukanlah [Thomas] Tuchel, bukan [Antonio] Conte, bukan [Jose] Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Dan itu akan terus seperti ini selama 18 bulan atau ketika direksi memutuskan untuk melakukan perubahan.”

Amorim juga menegaskan komitmennya terhadap pekerjaan dan harapannya agar setiap departemen menjalankan tugasnya. “Saya akan melakukan pekerjaan saya dan setiap departemen, departemen pencarian bakat, direktur olahraga, mesti melakukan pekerjaan mereka. Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan menyaksikannya,” ujarnya.

“Jadi itulah maksud saya. Saya ingin menuntaskan dengan hal itu. Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya. Dan itu akan selesai dalam 18 bulan, dan kemudian orang-orang akan melanjutkan hidup. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi sekadar seorang pelatih,” lugas Amorim, mengakhiri pernyataannya dengan penekanan kuat pada perannya sebagai manajer penuh.

Mureks