Olahraga

Ruben Amorim Kritik Keras Pimpinan Manchester United, Ungkap Perpecahan Internal Klub

Manchester United dilanda krisis internal setelah manajer Ruben Amorim secara terbuka meragukan masa depannya dan melancarkan kritik tajam terhadap pimpinan klub. Gejolak ini muncul pasca hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road pada Senin, 05 Januari 2026.

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Amorim awalnya membahas performa Benjamin Sesko dan peningkatan permainan tim. Namun, dalam waktu kurang dari 90 detik, ia menciptakan gejolak besar di Manchester United dengan pernyataan kontroversialnya.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Amorim Tantang Pimpinan Klub

Amorim menegaskan tidak akan mundur, meskipun timnya hanya meraih tiga kemenangan sejak Oktober. Komentar manajer asal Portugal ini seolah menantang klub untuk mendukungnya atau memecatnya. Ketegangan semakin memuncak ketika ia secara spesifik menyebut direktur perekrutan Christopher Vivell dan direktur sepak bola Jason Wilcox sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.

Mureks mencatat bahwa desas-desus tentang perpecahan di antara pimpinan klub telah beredar selama beberapa minggu, dan kini Amorim mengungkapkan semuanya. Ia mengkritik media yang menerima “informasi selektif tentang segala hal,” merujuk pada laporan Daily Mail yang mengungkap kekhawatiran Vivell dan Wilcox terhadap gaya bermain serta sistem tiga bek yang diterapkan Amorim.

Amorim sempat mencoba formasi empat bek pada Desember, namun segera ditinggalkan. Wilcox sendiri mengkhawatirkan prediktabilitas dalam taktik Amorim, yang dinilai mudah diantisipasi oleh lawan. Rencana transfer yang diusulkan Amorim juga mendapat hambatan setelah klub memutuskan tidak ada dana untuk belanja pemain di bulan Januari.

Dalam beberapa minggu terakhir, Amorim sering kali mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan transfer klub. Sebelum pertandingan melawan Wolves, ia sempat menyinggung perbedaan pandangan dengan direksi terkait rekrutmen pemain. Ia menegaskan pentingnya mencapai kesepakatan bersama dalam setiap keputusan yang diambil.

Amorim menekankan keinginannya untuk dianggap sebagai manajer, bukan sekadar pelatih, seperti halnya Thomas Tuchel, Antonio Conte, dan Jose Mourinho. Ia menegaskan akan menjalani perannya selama 18 bulan ke depan atau hingga klub memutuskan sebaliknya. Namun, dengan situasi saat ini, kecil kemungkinan ia dapat bertahan selama itu.

Masa Depan di Tangan Sir Jim Ratcliffe

Kondisi ini menempatkan Sir Jim Ratcliffe dalam posisi sulit. Meskipun ia mengagumi pendekatan langsung Amorim, keputusan besar harus diambil terkait masa depan manajer asal Portugal tersebut. Apakah Ratcliffe akan memberi Amorim kesempatan untuk terus memimpin, atau mengakhiri drama ini lebih cepat? Keputusan tersebut tampaknya akan segera diambil, tergantung hasil pertandingan mendatang.

Mureks