Olahraga

Roberto Baggio Ungkap Loyalitas Tanpa Batas kepada Mazzone: ‘Rela Berkorban, Harganya Nol Rupiah’

, legenda , mengenang momen-momen krusial dalam kariernya, termasuk pertandingan terakhirnya pada 16 Mei 2004. Laga tersebut, yang berlangsung di San Siro melawan AC Milan, menjadi penutup perjalanan panjangnya di lapangan hijau, bertepatan dengan perayaan gelar juara Serie A ke-17 bagi Rossoneri.

Hubungan Mendalam dengan Carletto Mazzone

Baggio secara khusus menyoroti hubungannya dengan mantan pelatihnya, Carletto Mazzone. Ia mengungkapkan rasa hormat dan kekaguman mendalam kepada sosok yang memberinya kesempatan kedua. “Mazzone adalah orang yang rendah hati. Aturannya sedikit, tetapi berlaku untuk semua orang,” ujar Baggio, menggambarkan bagaimana hubungan profesional itu berkembang menjadi persahabatan yang kuat.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Setelah meninggalkan Inter Milan pada tahun 2000 dengan nilai transfer nol rupiah, Baggio merasa tak ada klub yang menginginkannya, dan mimpinya untuk kembali ke Vicenza terasa jauh. Mazzone-lah yang kemudian memanggilnya ke Brescia, di mana ia menghabiskan empat tahun yang luar biasa. “Saya rela berbuat apapun untuk Mazzone,” tegas Baggio, menunjukkan loyalitasnya.

Refleksi Sepak Bola Modern dan Tantangan Pemain Muda

Baggio juga berbagi pengalaman pahitnya di Piala Dunia bersama tim nasional Italia. Ia berpendapat bahwa sepak bola modern, terutama dengan kehadiran Video Assistant Referee (VAR), mungkin lebih cocok untuknya karena lebih melindungi pemain. Ia bahkan berspekulasi bahwa legenda seperti Diego Maradona dan Sinisa Mihajlovic bisa mencetak lima gol per pertandingan dalam kondisi sepak bola saat ini.

Menyoroti kondisi sepak bola Italia saat ini, Baggio menyuarakan keprihatinannya terhadap minimnya peluang bagi pemain muda lokal. Menurutnya, potensi pemain Italia sering kali tidak dioptimalkan. “Tanpa memberikan ruang bagi pemain muda Italia, akan semakin sulit untuk bersaing,” tegasnya, menekankan pentingnya membangun kerangka tim yang solid dari pemain yang telah bermain bersama selama bertahun-tahun. Catatan Mureks menunjukkan, refleksi Baggio ini memberikan gambaran mendalam tentang evolusi sepak bola dan tantangan yang dihadapi talenta muda di Italia.

Mureks