Tren

Riset FTUI Ungkap Potensi Aspal Daur Ulang: Hemat Biaya Pemeliharaan Jalan Nasional hingga Puluhan Persen

DEPOK – Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) mendorong pemanfaatan teknologi aspal daur ulang sebagai solusi strategis untuk pemeliharaan jaringan jalan nasional. Pendekatan ini diklaim menawarkan solusi “win-win” dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Pemanfaatan aspal daur ulang secara signifikan mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, seperti agregat dan aspal murni atau bitumen. Hal ini berujung pada penghematan biaya produksi yang substansial untuk proyek pembangunan jalan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Selain efisiensi biaya, teknologi ini juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Pengurangan permintaan agregat baru berarti lebih sedikit aktivitas penambangan batu dan pengerukan, sehingga membantu menjaga bentang alam dan habitat alami.

Riset Mendalam dari FTUI

Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FTUI, Hermon Frederik Tambunan, adalah sosok di balik pendekatan inovatif ini. Risetnya hadir di tengah kebutuhan pemeliharaan jaringan jalan nasional yang sangat luas, serta besarnya beban pembiayaan infrastruktur dari APBN dan APBD.

Penelitian Hermon menawarkan alternatif strategi pemeliharaan yang selaras dengan agenda transisi hijau, mendorong efisiensi anggaran, dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi aspal daur ulang mampu memberikan efisiensi material yang signifikan, dengan penghematan agregat hingga sekitar 60 persen serta pengurangan penggunaan aspal mencapai lebih dari 46 persen, tergantung pada tingkat degradasi material. Dalam horizon analisis 20 tahun, strategi ini menghasilkan life cycle cost yang lebih rendah dibandingkan metode pemeliharaan konvensional,” jelas Hermon di Kampus UI Depok, Selasa (6/1).

Disertasi Hermon berjudul Optimasi Strategi Pemeliharaan Jalan Berbasis Model Degradasi Bahan dan Analisis Umur Layanan Probabilistik pada Teknologi Aspal Daur Ulang. Ia menjelaskan bahwa pemeliharaan jalan konvensional selama ini kerap membutuhkan biaya besar dan belum sepenuhnya berbasis pada kondisi aktual perkerasan.

Penelitian ini mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan model degradasi bahan, kinerja mekanis perkerasan, serta simulasi probabilistik umur layanan. Metode ini, menurut Mureks, merupakan prediksi umur pakai jalan berbasis berbagai skenario kondisi untuk menentukan waktu dan strategi pemeliharaan yang paling efektif.

Manfaat Luas bagi Masyarakat

Selain efisiensi biaya konstruksi dan pemeliharaan, pendekatan ini juga memberikan manfaat tidak langsung bagi masyarakat. Penelitian mencatat adanya penurunan vehicle operating cost (VOC) atau biaya operasional kendaraan bagi pengguna jalan hingga sekitar 10–12 persen.

Penurunan VOC ini seiring dengan meningkatnya kualitas dan kestabilan perkerasan jalan. Kinerja perkerasan yang lebih baik juga berkontribusi pada peningkatan umur layanan jalan serta pengurangan frekuensi pekerjaan pemeliharaan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kemas Ridwan Kurniawan, menilai penelitian ini sangat relevan dengan tantangan pengelolaan infrastruktur transportasi nasional.

“Pendekatan yang dikembangkan dalam disertasi ini berpotensi diterapkan dalam praktik manajemen infrastruktur jalan. Ke depan, kajian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengukur manfaat yang lebih luas, termasuk efisiensi anggaran pemeliharaan dan dampak lingkungan,” ujar Kemas.

Mureks