London – Rentetan kartu merah kembali menghantui skuad Chelsea di musim ini. Teranyar, bek Marc Cucurella harus diusir wasit saat The Blues takluk 1-2 dari Fulham dalam laga pekan ke-21 Premier League yang digelar di Craven Cottage, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.
Insiden kartu merah tersebut terjadi pada menit ke-22 pertandingan. Cucurella diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Fulham, Harry Wilson. Bermain dengan 10 pemain sejak awal babak pertama, Chelsea kemudian kebobolan dua gol dan hanya mampu membalas satu gol lewat Liam Delap.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Pengusiran Marc Cucurella ini menambah panjang daftar pemain Chelsea yang telah menerima kartu merah sepanjang musim ini. Mureks mencatat bahwa total tujuh penggawa London Biru sudah diusir dari lapangan akibat pelanggaran keras. Cucurella mengikuti jejak Joao Pedro, Liam Delap, Malo Gusto, Moises Caicedo, Robert Sanchez, dan Trevoh Chalobah.
Dari tujuh kartu merah tersebut, lima di antaranya didapat dalam pertandingan Premier League, menjadikan Chelsea sebagai tim dengan jumlah kartu merah terbanyak di liga musim ini. Kondisi ini memicu sorotan tajam terhadap disiplin skuad asuhan pelatih interim Calum McFarlene.
Menanggapi fenomena ini, Calum McFarlene menilai bahwa banyaknya kartu merah bukan disebabkan oleh masalah budaya tim, melainkan lebih kepada tensi dan emosi dalam pertandingan. “Ini bukan masalah budaya, mungkin ini tentang perasaan dan emosi dalam pertandingan. Mereka membiarkan emosi mereka meluap, seperti yang saya lakukan ketika menerima kartu kuning,” kata McFarlene usai laga Fulham vs Chelsea, seperti dilansir dari Football London.
McFarlene menambahkan, “Banyak yang mempermasalahkan kartu merah musim ini. Kartu merah seperti ini memang terjadi dalam sepakbola. Anda terjebak dalam situasi satu lawan satu, Harry Wilson cerdas dan dia menunjukkan kualitasnya.” Ia juga menegaskan bahwa kartu merah Cucurella bukan karena kurangnya disiplin, meskipun tiga kartu kuning setelahnya menjadi perhatian tim. “Kartu merah itu bukan karena kurangnya disiplin. Tiga kartu kuning setelahnya adalah sesuatu yang harus kami perhatikan,” pungkasnya.





