Tren

Rekor Tak Terkalahkan Liverpool Dinilai Menipu, Performa The Reds Jauh dari Kata Meyakinkan

Catatan tak terkalahkan seringkali menjadi indikator kekuatan sebuah tim. Namun, bagi Liverpool di musim ini, rekor tersebut justru memicu perdebatan sengit mengenai kualitas permainan yang sesungguhnya.

Meski telah melalui sembilan pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi, termasuk delapan laga di Premier League, posisi The Reds di papan klasemen dinilai tidak sejalan dengan performa di lapangan. Situasi ini menimbulkan anggapan bahwa hasil positif tersebut hanya menutupi masalah mendasar yang sedang melanda skuad asuhan Arne Slot.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Sorotan pun kini tertuju pada Arne Slot, di mana rekor unbeaten disebut-sebut menjadi tameng sementara bagi sang pelatih dari tekanan yang kian meningkat.

Performa Menurun di Balik Rekor Tak Terkalahkan

Mureks mencatat bahwa penurunan performa Liverpool terlihat jelas dari statistik serangan mereka. Dalam laga imbang 2-2 melawan Fulham pada Minggu (05/01/2026), Liverpool hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Hasil ini dianggap mencerminkan tumpulnya lini serang mereka saat ini.

Peningkatan tempo di babak kedua dalam laga tersebut dinilai hanya menutupi buruknya penampilan di paruh pertama. Masalah serupa juga teridentifikasi dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Melawan Leeds di Anfield, The Reds hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran. Angka yang sama juga tercatat saat menghadapi Wolves, Tottenham (saat bermain dengan sembilan pemain), dan Brighton.

Statistik tersebut dianggap tidak sepadan dengan materi pemain bintang yang dimiliki Liverpool. Produktivitas gol mereka disebut jauh menurun dibandingkan musim saat menjuarai liga maupun musim terakhir di bawah kepemimpinan Jurgen Klopp.

Identitas Hilang dan Ancaman ke Depan

Lebih jauh, Liverpool dinilai tidak lagi menunjukkan identitas permainan yang jelas. Mereka dianggap gagal menyerang, bertahan, maupun menekan lawan dengan konsisten, tanpa urgensi dan kreativitas yang menjadi ciri khas mereka di era sebelumnya.

Rata-rata poin per laga Liverpool juga menunjukkan penurunan signifikan. Jika tren ini berlanjut, proyeksi akhir musim menunjukkan bahwa mereka akan mengakhiri kompetisi dengan raihan poin dan selisih gol yang jauh di bawah standar tim juara. Rekor tak terkalahkan yang mereka pegang saat ini bahkan disebut sebagai salah satu yang paling tidak meyakinkan dalam sejarah kasta tertinggi Liga Inggris.

Situasi ini berpotensi memburuk mengingat jadwal padat dan berat yang menanti The Reds di depan. Meskipun untuk saat ini rekor tak terkalahkan masih menjaga posisi Arne Slot dari pemecatan, kepercayaan suporter dinilai mulai terkikis seiring performa tim yang dianggap membosankan dan tanpa arah.

Mureks