Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengutuk keras insiden kekerasan yang terjadi dalam lanjutan Liga 4 Jawa Timur. Peristiwa brutal yang melibatkan pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi, dan pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, pada Senin (5/1/2026) tersebut berpotensi berujung pada sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup bagi pelaku.
Insiden Tendangan Kungfu yang Mencederai
Insiden bermula saat Muhammad Hilmi melayangkan tendangan keras ke arah Firman Nugraha dalam laga antara Putra Jaya Pasuruan kontra Perseta 1970 Tulungagung. Pul sepatu Hilmi mengenai dada Firman secara telak, menyebabkan pemain Perseta 1970 itu terkapar di lapangan dan harus ditandu keluar untuk mendapatkan perawatan medis.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut pantauan Mureks, aksi tersebut memicu keributan di lapangan. Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Hilmi atas tindakan yang diduga disengaja, mengingat bola bergulir tepat di atas lapangan saat insiden terjadi. Beruntung, kubu Putra Jaya Pasuruan bergerak cepat untuk meredakan suasana tegang.
PSSI Anggap Pelanggaran Serius
Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola. Penegakan disiplin yang tegas, menurutnya, sangat diperlukan demi menjaga atmosfer kompetisi tetap sehat dan kondusif.
“Isu keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Semua cabang olahraga wajib menjamin keselamatan atletnya. Pertandingan bisa ditunda, dibatalkan, bahkan ditutup jika mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat,” kata Umar Husin dalam pernyataan resminya, Selasa (6/1/2026).
Umar Husin menambahkan, aturan terkait tindakan brutal telah tertuang dalam Kode Disiplin PSSI. “Turunannya khusus sepak bola ada di Kode Disiplin. Untuk mencegah tindakan-tindakan brutal yang berulang, aturan ini memang harus ditegakkan secara tegas. Oleh karena itu, pihak-pihak yang mengancam perkembangan sepak bola yang kondusif ini akan kami berikan tindakan,” ujarnya.
Ancaman Sanksi Seumur Hidup
Atas perbuatannya, Muhammad Hilmi terancam sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup. Umar Husin juga mengimbau kepada seluruh panitia disiplin Asosiasi Provinsi PSSI untuk bertindak tegas jika menemukan insiden serupa di wilayah masing-masing.
“Kami menghimbau kepada panitia disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pelanggaran yang keras dan brutal, karena itu bisa mengganggu jalannya kompetisi. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet, kejadian seperti ini harus dihukum seberat-beratnya, termasuk larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” ucap Umar Husin.






