Olahraga

PSSI Perketat Kriteria Pelatih Timnas Wanita: Pengalaman Timnas dan Tim Putri Mutlak

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pelatih baru untuk Tim Nasional (Timnas) Wanita Indonesia. Dua syarat utama telah ditetapkan untuk posisi krusial ini, yakni pengalaman melatih tim nasional dan pengalaman khusus menangani tim wanita.

Vivin Cahyani Sungkono, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Timnas Wanita Indonesia, menegaskan kriteria tersebut dalam sebuah wawancara pada Jumat, 19 Desember 2025. Menurut Vivin, pengalaman panjang di level klub saja tidak cukup tanpa pernah memimpin sebuah tim nasional.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Walaupun pengalaman pegang klubnya panjang, tapi kalau belum pernah pegang timnas itu pasti beda,” ujar Vivin kepada awak media, seperti yang dicatat oleh tim redaksi Mureks.

Selain itu, Vivin juga menyoroti pentingnya pengalaman dalam melatih tim wanita. Ia menjelaskan bahwa pendekatan dan penanganan tim putri memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan tim putra.

“Karena tim putri ini handling-nya benar-benar beda dengan tim putra. Banyak juga hal yang perlu adjusting,” kata Vivin.

Ia menambahkan, aspek non-teknis dalam melatih tim wanita jauh lebih kompleks dan berpengaruh signifikan terhadap performa di lapangan. “Kalau tim putra mungkin bisa lebih ngurusin teknik, non-teknisnya nggak banyak. Tapi kalau putri kan banyak sekali non-teknisnya yang juga harus diperhitungkan, dan itu mempengaruhi performa pada saat pertandingan juga,” jelasnya.

Vivin menilai, menunjuk pelatih tanpa latar belakang menangani tim wanita akan berisiko besar dan merugikan kedua belah pihak. “Kalau nggak punya pengalaman pegang (tim) putri terus tiba-tiba pegang (tim) putri, kasihan nanti dua-duanya. Coach-nya nggak masuk komunikasinya, anak-anaknya juga kasihan,” ungkapnya.

Proses pencarian pelatih timnas, baik putra maupun putri, memang tidak bisa disamakan dengan klub. Beban dan tanggung jawab yang diemban pelatih timnas jauh lebih besar, termasuk pertanggungjawaban moral dan material terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Begitu kita salah milih dan hasilnya nggak bagus, waktunya terbuang, belum APBN yang kita gunakan. Jadi pertanggungjawabannya berat, secara moral maupun materil. Jadi kita harus benar-benar hati-hati,” pungkas Vivin.

Saat ini, Timnas Wanita Indonesia masih berada di bawah arahan Akira Higashiyama. Pelatih asal Jepang tersebut sebelumnya telah memimpin Garuda Pertiwi dalam beberapa turnamen kelompok usia, termasuk Piala AFF Wanita U-19, Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20, dan terakhir memimpin timnas wanita senior di ajang SEA Games 2025.

Mureks