Olahraga

PSIS Semarang Kian Terjepit di Zona Degradasi Usai Takluk dari PSS Sleman 2-1

Langkah untuk keluar dari zona degradasi semakin berat setelah menelan kekalahan tipis 2-1 dari tuan rumah PSS Sleman. Pertandingan lanjutan kompetisi ini berlangsung sengit di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (10/1) sore.

Kekalahan tersebut membuat Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, tertahan di urutan kesembilan zona merah dengan koleksi 8 poin dari 15 pertandingan yang telah dilakoni. Untuk membuka peluang bertahan di kasta tertinggi, PSIS wajib menyapu bersih kemenangan di tiga laga sisa mereka.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Posisi PSIS Semarang di klasemen sementara masih bisa bergeser. Catatan Mureks menunjukkan, mereka kini menanti hasil pertandingan antara Persipal Palu melawan Persiku Kudus yang dijadwalkan pada Senin (12/1) sore di Stadion Gawakise Palu. Persipal Palu saat ini berada di dasar klasemen dengan 6 poin dari 14 pertandingan, tanpa kemenangan (6 seri, 8 kalah). Sementara itu, Persiku Kudus menempati urutan kedelapan dengan 8 poin dari 14 laga (2 menang, 2 seri, 10 kalah).

Jika Persipal Palu berhasil meraih kemenangan, mereka akan mengumpulkan 9 poin, yang berarti PSIS Semarang akan melorot ke dasar klasemen. Namun, apabila pertandingan berakhir seri atau dimenangkan Persiku Kudus, posisi PSIS Semarang akan tetap bertahan di urutan kesembilan.

PSIS Semarang masih memiliki tiga pertandingan krusial di bulan Januari. Mereka akan menjamu Deltras Sidoarjo pada Sabtu (17/1), dilanjutkan dengan menghadapi Persela Lamongan pada Sabtu (24/1), dan menutup bulan dengan laga melawan Kendal Tornado FC pada Jumat (30/1). Dari ketiga laga ini, PSIS harus mampu meraih 9 poin penuh. Namun, nasib mereka juga akan sangat bergantung pada perolehan poin dua rival terdekat, Persipal dan Persiku, serta Persikaba Balikpapan yang saat ini mengantongi 11 poin.

Meskipun menelan kekalahan, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, menilai performa anak asuhnya tidak mengecewakan. Ia menyebut timnya mampu tampil kompetitif sepanjang pertandingan, meski lengah di momen krusial jelang laga berakhir.

“Anak-anak sebenarnya bermain bagus dan sudah berjuang selama 90 menit, kami tidak bermain buruk, namun kecolongan jelang akhir pertandingan karena PSS Sleman bisa memanfaatkan peluang dan meraih tiga poin,” kata Jafri Sastra.

Jafri menambahkan, kekalahan dari PSS Sleman ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Laskar Mahesa Jenar untuk menatap laga berikutnya. Ia berharap para punggawa PSIS Semarang dapat segera bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.

“Target kami jelas, PSIS harus berada di posisi yang lebih baik ke depannya,” tegas Jafri.

Lebih lanjut, Jafri Sastra juga mengungkapkan bahwa absennya tiga pemain asing anyar, yakni Aldair Simanca, Rafinha, dan Denilson, turut memengaruhi kreativitas tim. Ketiganya belum bisa dimainkan karena masalah administrasi yang belum rampung hingga jelang pertandingan, meskipun mereka sudah dibawa ke Sleman.

“Tidak turunnya 3 penainbasibg ini sedikit memengaruhi kreativitas tim di lapangan,” imbuhnya.

Mureks