Di tengah gejolak Perang Dunia II pada September 1940, empat bersaudara Pevensie—Peter, Susan, Edmund, dan Lucy—terpaksa dievakuasi dari hiruk pikuk London. Mereka mencari perlindungan di rumah pedesaan Profesor Kirke, jauh dari ancaman serangan udara Nazi yang membayangi. Namun, takdir membawa mereka ke sebuah petualangan yang jauh melampaui imajinasi.
Saat bermain petak umpet, Lucy, si bungsu, secara tak sengaja menemukan sebuah lemari tua yang ternyata adalah portal menuju dunia lain. Dunia itu bernama Narnia, sebuah negeri ajaib yang terkutuk dalam musim dingin abadi tanpa perayaan Natal. Di sana, Lucy bertemu dengan Mr. Tumnus, seorang faun yang awalnya berniat menyerahkannya kepada Penyihir Putih kejam bernama Jadis, penguasa Narnia yang memerintahkan penangkapan semua manusia. Namun, Tumnus menyesali perbuatannya dan memulangkan Lucy ke dunia nyata, di mana waktu seolah berhenti.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Plot Utama dan Konflik di Narnia
Tak lama kemudian, Lucy kembali ke Narnia, kali ini ditemani Edmund. Sayangnya, Edmund justru bertemu Jadis yang mengaku sebagai Ratu Narnia. Dengan iming-iming manisan Turkish delight dan janji kekuasaan, Jadis berhasil memanipulasi Edmund agar membawa saudara-saudaranya ke dalam perangkapnya. Kembali ke dunia nyata, Edmund berbohong kepada Peter dan Susan, mengatakan bahwa Lucy hanya berkhayal, meskipun Profesor Kirke memiliki keyakinan kuat akan kejujuran Lucy.
Suatu hari, keempat bersaudara itu secara tak terduga masuk ke Narnia bersama-sama. Mereka segera mengetahui bahwa Mr. Tumnus telah ditangkap akibat ulah Edmund. Dari keluarga berang-berang yang bisa bicara, mereka mendengar sebuah ramalan kuno: Narnia akan bebas dari kutukan jika dua putra Adam dan dua putri Hawa duduk di takhta Cair Paravel, dan Aslan, sang singa agung, akan kembali. Mureks mencatat bahwa ramalan ini menjadi inti harapan bagi penduduk Narnia yang tertindas.
Edmund yang terhasut kembali kabur untuk menemui Jadis, namun ia malah dipenjara. Jadis kemudian mengirim serigala-serigala buas untuk memburu anak-anak Pevensie. Dalam pelarian yang menegangkan, Tumnus diubah menjadi batu oleh sihir jahat Jadis. Namun, secercah harapan muncul saat Father Christmas tiba, sebuah pertanda bahwa kekuatan Jadis mulai melemah. Ia memberikan senjata ajaib kepada Peter, Susan, dan Lucy, mempersiapkan mereka untuk pertempuran yang akan datang.
Akhirnya, mereka tiba di perkemahan Aslan. Peter berhasil mengalahkan serigala Maugrim, dan Edmund berhasil diselamatkan. Jadis menuntut nyawa Edmund berdasarkan hukum sihir kuno, namun Aslan dengan mulia menawarkan dirinya sebagai pengganti. Aslan dibunuh di Stone Table, namun bangkit kembali melalui sihir kuno yang lebih kuat. Bersama Lucy dan Susan, Aslan membebaskan para korban yang membatu dan bersiap menghadapi perang besar demi menyelamatkan Narnia dari cengkeraman Penyihir Putih.
Pemeran Utama
- Tilda Swinton sebagai White Witch (Jadis)
- Georgie Henley sebagai Lucy Pevensie
- William Moseley sebagai Peter Pevensie
- Skandar Keynes sebagai Edmund Pevensie
- Anna Popplewell sebagai Susan Pevensie
- James McAvoy sebagai Mr. Tumnus
- Jim Broadbent sebagai Professor Kirke
- Kiran Shah sebagai Ginarrbrik
- James Cosmo sebagai Father Christmas
- Judy McIntosh sebagai Mrs. Pevensie
Produksi dan Rating
Film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe dirilis pada tahun 2005 dengan durasi 143 menit. Disutradarai oleh Andrew Adamson, film ini ditulis oleh Andrew Adamson, Ann Peacock, Christopher Markus, Stephen McFeely, dan C.S. Lewis, berdasarkan novel aslinya. Diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan Walden Media, film ini mendapatkan rating PG dan skor 7.6/10 dari penonton, serta 6.9/10 untuk trailernya.






