Peternak Galau dan Waspada

RajaBackLink.com

LUBUKLINGGAU- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi di Margarejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau tengah dirasakan kalangan peternakan sapi. Pasalnya membuat banyak peternak sapi mengalami kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Bukan hanya kerugian finansial saja, akan tetapi ketakutan masih menjadi momok bagi peternak di Margorejo.

RajaBackLink.com

Salah seorang peternak sapi di Margarejo, Kadeni (71) mengatakan, akibat wabah PMK ini. Ia mengalami kerugian mencapai Rp6 juta. Dimana sapi ini kebanyakan untuk dijual pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah mendatang.

Dimana ia hanya memiliki ternak sapi pribadi 1 ekor, namun terserang gejala PMK dan mati, sehingga dirinya merasa sedih dan tidak makan selama kurang lebih 2 hari ini.

“Saya sedih semenjak kematian sapi yang terserang PMK ini, dua hari tidak nafsu makan, begitupun dengan istri saya juga ikut merasakan, “ungkap Kadeni kepada Musirawas Ekspres, Rabu (18/5).

Senada, peternak sapi lainnya, Iin menuturkan awalnya ternak yang menimbulkan gejala PMK ini hanya 1 ekor sapi, namun seminggu lalu, ternak yang satunya mengalami gejala yang sama, sehingga dua ternaknya terpaksa dipotong.

Ia menyebutkan, kerugian dialaminya ditaksir Rp10 juta. Dan dengan adanya wabah ini, ternak sapinya sudah tidak ada lagi, sehingga terlihat kandang miliknya yang berada pas dibelakang rumah kosong, dan sudah rata tidak berbentuk kandang lagi.

“Kasus PMK cukup meresahkan kami (peternak sapi, red). Bahkan tak sedikit peternak yang galau serta waspada akan adanya wabah PMK ini, “terangnya.

Masih di tempat yang sama, juga dirasakan peternak sapi, Rasim (45) mengutarakan kerugian akibat wabah PMK ini mencapai Rp24 juta, menyerang dua ekor sapi yang sudah siap untuk di jual. Dari jumlah lima ekor sapi, kini tinggal tiga ekor sapi lagi. (ana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.