Olahraga

Pemain Persenus Hasanudin Malawat Tinju Lawan hingga KO di Liga 4, Wasit Beri Kartu Merah

Insiden kekerasan kembali mencoreng ajang Liga 4 Indonesia. Kali ini, pemain Persenus Wasaka Kalimantan, Hasanudin Malawat, melakukan aksi pemukulan terhadap pemain Persehan, Muhammah Ichsan, dalam sebuah pertandingan Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Selatan. Akibat insiden tersebut, Hasanudin langsung diganjar kartu merah oleh wasit setelah korban terjatuh dan mendapat perawatan di lapangan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus kekerasan di Liga 4 yang belakangan menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Komite Disiplin PSSI sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pemain atas tindakan serupa.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Kekalahan Persenus di Tengah Insiden

Insiden pemukulan yang melibatkan Hasanudin Malawat terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, di Stadion Pertasi Kencana Pelaihari. Pada hari yang sama, Persenus Wasaka Kalimantan juga menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persetala Tanah Laut dalam lanjutan Grup B Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Selatan.

Persetala unggul lebih dulu melalui gol Indra Wijayadi pada menit ke-31. Persenus sempat menyamakan kedudukan lewat Agi Pratama pada menit ke-72, namun gol Reviani di menit ke-84 memastikan kemenangan bagi Persetala. Hasil ini membuat Persetala kokoh di puncak klasemen Grup B dengan 10 poin, sementara Persenus turun ke posisi ketiga dengan raihan 7 poin.

Sanksi Seumur Hidup untuk Pelaku Kekerasan Sebelumnya

Sebelum insiden yang melibatkan Hasanudin Malawat, Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur dan DIY telah menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada dua pemain Liga 4 akibat tindakan kekerasan berat.

  • Muhammad Hilmi Gimnastiar (Putra Jaya Pasuruan): Dikenai sanksi setelah melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulung Agung di Liga 4 Jatim.
  • Dwi Pilihanto Nugroho (KAFI Yogya): Mendapat sanksi serupa usai melakukan tendangan kungfu kepada pemain UAD Yogyakarta.

Catatan Mureks menunjukkan, serangkaian insiden kekerasan ini menjadi perhatian serius bagi PSSI untuk menjaga integritas dan sportivitas kompetisi sepak bola di level amatir. PSSI diharapkan dapat mengambil tindakan tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Mureks