Pemain Persenus Wasaka Kalimantan, Hasanudin Malawat, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden pemukulan terhadap Muhammad Ichsan dari Persehan. Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Selatan yang berlangsung di Stadion Pertasi Kencana Pelaihari pada Selasa, 6 Januari 2026.
Permintaan maaf Hasanudin diunggah melalui akun Instagram resmi Persenus pada Jumat, 9 Januari 2026. Ia mengakui tindakannya tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam sepak bola.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Hasanudin Malawat: “Respons Saya Tidak Tepat”
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Hasanudin Malawat ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi pada pertandingan kemarin. Saya menyadari bahwa apa pun yang terjadi di lapangan tidak seharusnya berujung pada tindakan yang tidak mencerminkan nilai sportivitas,” ujar Hasanudin.
Hasanudin menjelaskan bahwa tensi pertandingan yang tinggi menjadi pemicu emosinya. Namun, ia tetap menyadari bahwa responsnya tidak dapat dibenarkan.
“Situasi pertandingan memang panas dan penuh tekanan. Meski saya berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan, saya tetap menyadari bahwa respons saya tidak tepat dan seharusnya bisa lebih mengendalikan diri,” lanjutnya.
Ia kembali menegaskan penyesalannya. “Sekali lagi, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak atas kejadian kemarin,” ucap Hasanudin.
Kronologi Insiden dan Hasil Pertandingan
Insiden pemukulan terjadi saat laga Persenus Wasaka Kalimantan melawan Persehan. Hasanudin memukul Muhammad Ichsan hingga pemain lawan terjatuh dan memerlukan perawatan medis di lapangan. Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengganjar Hasanudin dengan kartu merah.
Dalam pertandingan lanjutan Grup B Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Selatan tersebut, Persenus Wasaka Kalimantan harus mengakui keunggulan tuan rumah Persetala Tanah Laut dengan skor akhir 1-2.
- Persetala unggul lebih dulu melalui gol Indra Wijayadi pada menit ke-31.
- Persenus sempat menyamakan kedudukan lewat Agi Pratama pada menit ke-72.
- Reviani memastikan kemenangan Persetala pada menit ke-84.
Hasil ini menempatkan Persetala kokoh di puncak klasemen Grup B dengan raihan 10 poin, sementara Persenus turun ke posisi ketiga dengan 7 poin.
Gelombang Kekerasan di Liga 4
Peristiwa yang melibatkan Hasanudin Malawat ini menambah panjang daftar kasus kekerasan di Liga 4 yang belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Catatan Mureks menunjukkan, sebelumnya telah ada dua pemain Liga 4 yang dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI akibat tindakan kekerasan berat.
- Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan, karena melakukan tendangan kungfu ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung.
- Sanksi serupa juga dijatuhkan Asprov PSSI DIY kepada Dwi Pilihanto Nugroho, pemain KAFI Yogya, usai melakukan tendangan kungfu terhadap pemain UAD Yogyakarta.






