Pelatih Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Bulent Karslioglu, secara tegas menyatakan bahwa kompetisi bola voli putri Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak talenta seperti Megawati Hangestri Pertiwi. Pernyataan ini disampaikan Karslioglu di tengah persiapan timnya menghadapi Proliga 2026.
Megawati Hangestri Pertiwi sendiri akan kembali memperkuat JPE pada Proliga 2026, dengan misi utama mempertahankan gelar juara. Namun, di saat yang sama, JPE harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan salah satu pemain muda potensial mereka, Junaida Santi.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Santi mengalami cedera lutut serius saat membela Timnas Voli Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21 2025 pada Agustus lalu. Cedera ini membuat Santi harus absen di awal Proliga 2026 dan sedang dalam masa pemulihan.
Kebutuhan Akan Talenta Baru
Menurut Bulent Karslioglu, kualitas menyerang yang dimiliki Junaida Santi hampir setara dengan Megawati, dan talenta seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh bola voli putri Indonesia. Mureks mencatat bahwa Karslioglu menyoroti minimnya pemain berkualitas serupa di kancah nasional.
“Santi penting. Mengapa? Karena Indonesia membutuhkan pemain baru. Kita hanya punya Megawati, semua orang membicarakan Megawati, tetapi kita butuh lima Megawati lagi,” kata Bulent Karslioglu dalam acara perkenalan skuad JPE untuk Proliga 2026, Senin (5/1).
Pelatih asal Turki berusia 53 tahun itu menambahkan bahwa klub-klub di Indonesia, termasuk Timnas Voli Putri Indonesia, memerlukan banyak pemain dengan kualitas mumpuni seperti Junaida Santi dan Megawati untuk bisa bersaing di kancah internasional.
“Jika kita ingin sukses di luar negeri, terutama tim nasional, tentu saja kita membutuhkan Santi,” tutur Karslioglu.
Kesedihan Atas Absennya Santi
Karslioglu tidak menampik rasa sedihnya karena tidak dapat menurunkan Santi di awal-awal Proliga 2026. Junaida Santi sendiri merupakan pemain terbaik atau MVP saat berhasil membawa JPE menjuarai Proliga 2025.
“Saya sangat sedih, karena ketika saya pertama kali datang ke sini, Santi belum bergabung dengan Pertamina. Saya sangat sedih, karena bagaimana saya bisa melupakan penampilannya musim lalu? Kita punya karakter,” ujar Karslioglu.
Ia juga menekankan bahwa JPE adalah tim yang mengedepankan kekeluargaan dan tidak akan melupakan kontribusi Santi.
“Selain itu, yang penting, kita adalah tim keluarga. Anda tahu, ibu dan ayah kita tidak pernah melupakan anak-anak. Santi, anak-anak kita. Kita tidak pernah melupakan dia. Ya, dan semoga, segera, federasi dan sesuatu akan lebih baik untuk dia, karena Santi perlu bermain, karena dia pemain yang sangat muda.”






