Teknologi

Pasca-Akuisisi Amazon, Bee Umumkan Empat Fitur Baru Revolusioner untuk Perangkat AI Wearable

Bee, perusahaan di balik perangkat AI wearable yang selalu mendengarkan dan diakuisisi oleh Amazon tahun lalu, mengumumkan serangkaian fitur baru yang akan dihadirkan pada perangkat keras Bee Pioneer yang sudah ada. Empat pembaruan utama ini dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam rutinitas harian pengguna, mulai dari mengelola komitmen hingga merangkum informasi kompleks.

Empat Fitur Inovatif untuk Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Co-founder Bee, Maria de Lourdes Zollo, menyatakan bahwa perusahaan telah meluncurkan empat pembaruan besar yang akan berjalan pada perangkat keras Bee Pioneer yang sudah ada. Fitur-fitur ini akan dipamerkan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) mendatang.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

  • Actions: Fitur ini menghubungkan Bee dengan email dan kalender pengguna, mengubah komitmen lisan menjadi tindakan nyata. Misalnya, ketika pengguna menyatakan perlu mengirim email, Bee dapat menyusun draf email tersebut secara otomatis.
  • Daily Insights: Dirancang untuk mengidentifikasi pola dan tren berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Tujuan fitur ini adalah untuk membantu pengguna menyadari hal-hal penting sebelum mereka menyadarinya sendiri, termasuk “pergeseran dalam hubungan” dan merekomendasikan tujuan pribadi yang relevan, layaknya seorang pelatih kehidupan.
  • Voice Notes: Memungkinkan pengguna menekan tombol rekam pada Bee untuk mencatat pemikiran singkat, tugas untuk daftar kegiatan, atau hal lain yang ingin diingat kembali di kemudian hari.
  • Templates: Dirancang untuk mengatur dan meringkas sejumlah besar informasi ke dalam format yang lebih mudah dicerna. Fitur ini dapat membuat rencana belajar dari sebuah kuliah atau merangkum rapat penjualan dengan klien.

Privasi dan Keamanan Data Menjadi Perhatian Utama

Meskipun sebagian besar fitur ini akan lebih berguna jika pengguna mengatur Bee untuk merekam secara konstan, hal ini menimbulkan pertanyaan seputar legalitas dan privasi. Maria de Lourdes Zollo menegaskan bahwa Bee memproses audio secara real time sehingga tidak ada audio yang pernah disimpan. Ia menambahkan bahwa baik Bee maupun Amazon tidak pernah memiliki akses ke transkrip.

Namun, perangkat wearable ini mungkin akan menghadapi undang-undang persetujuan perekaman yang bervariasi di setiap yurisdiksi. Mureks mencatat bahwa isu privasi data dan regulasi terkait perekaman suara menjadi krusial dalam pengembangan teknologi AI wearable, mengingat sensitivitas informasi yang dikumpulkan.

Mureks