Zulfikar, seorang pengemudi ojek daring, telah membuktikan relevansi motor listrik untuk mobilitas tinggi di perkotaan. Selama dua tahun terakhir, ia mengandalkan Polytron Fox R sebagai “kuda besi” utamanya, menempuh jarak hingga 200 kilometer setiap hari demi mengantar penumpang dan barang.
Kisah Zulfikar menjadi sorotan setelah pengalamannya dibagikan dalam acara kumparan On The Road. Dengan odometer yang kini menunjukkan angka fantastis 93.000 kilometer, motor listriknya menjadi saksi bisu perjuangan Zulfikar di jalanan ibu kota.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Efisiensi Biaya Operasional yang Mengagumkan
Salah satu alasan utama Zulfikar beralih ke motor listrik adalah penghematan biaya operasional yang signifikan. Jika sebelumnya ia harus merogoh kocek sekitar Rp 60 ribu per hari untuk bensin, kini pengeluaran hariannya untuk energi listrik jauh lebih rendah.
“Kalau pakai motor bensin, per hari saya bisa keluar bensin sekitar Rp 60 ribu. Pakai motor listrik paling cuma Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,” ungkap Zulfikar, menggambarkan perbedaan yang mencolok.
Artinya, Zulfikar mampu menghemat sekitar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu setiap harinya, sebuah angka yang tentu sangat berarti bagi profesi ojek daring. Catatan Mureks menunjukkan, efisiensi ini menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha mikro yang mengandalkan kendaraan.
Untuk menempuh jarak hampir 200 kilometer per hari, Zulfikar biasanya melakukan pengisian daya dua kali. Proses ini ia manfaatkan sebagai waktu istirahat di sela-sela pekerjaannya yang bisa berlangsung hingga 12 jam.
“Kurang lebih 200 kilometer, jadi sehari dua kali ngecas. Biasanya sambil makan atau istirahat juga,” jelas anggota PEVR ini.
Minim Perawatan dan Tahan Banjir
Selain efisiensi energi, Zulfikar juga menyoroti minimnya biaya perawatan motor listrik. Berbeda dengan motor bensin yang memerlukan penggantian oli dan servis berkala setiap bulan, Polytron Fox R miliknya tidak menuntut perawatan rutin yang sama.
“Motor bensin tiap bulan pasti ada ganti oli dan servis. Kalau motor listrik nggak ada perawatan rutin, kecuali ada kendala teknis saja,” katanya.
Sebelumnya, Zulfikar menggunakan Honda Vario 125 selama delapan tahun. Pengalamannya dengan motor listrik juga mencakup ketahanan di kondisi ekstrem, termasuk saat melewati genangan air atau banjir. Ia mengaku belum pernah mengalami masalah berarti.
“Kalau banjir Alhamdulillah aman, sampai dan pulang nggak ada masalah. Motor listrik kan pakai BLDC di roda belakang, asal jangan lebih dari 30 menit di air dan tetap bergerak, masih aman,” tuturnya, memberikan tips penggunaan di kondisi basah.
Zulfikar menambahkan, unit Polytron Fox R yang digunakannya masih dalam kondisi standar pabrikan. Ia hanya melakukan adaptasi pada gaya berkendara untuk memaksimalkan karakter motor listrik.
“Motornya standar, masih sama bawaan pabrikan biar lebih sesuai pemakaian. Jadi tinggal adaptasi aja buat atur gasnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan perbedaan cara mengemudi motor listrik dibandingkan motor bensin. “Kalau motor listrik itu tergantung tangan juga. Nggak kayak motor bensin yang harus digeber, ini bisa di-gliding saja,” tambahnya.
Dengan segala keunggulan yang dirasakannya, Zulfikar mengaku tidak lagi terpikir untuk kembali menggunakan motor bensin. Bahkan, ia berencana untuk menambah armada motor listrik guna mendukung aktivitas ojek daringnya di masa depan.





