Teknologi

NVIDIA, Qualcomm, Intel, dan Samsung Umumkan Chip AI Generasi Terbaru di Panggung CES 2026

Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang akan berlangsung mulai Selasa, 6 Januari 2026, diprediksi menjadi titik krusial bagi industri semikonduktor global. Sejumlah raksasa teknologi seperti AMD, NVIDIA, Qualcomm, dan Intel bersiap meluncurkan chip terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI). Fokus utama gelaran ini adalah teknologi manufaktur canggih dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Menurut laporan Commercial Times yang dikutip dari Trendforce pada Senin (5/1/2026), sebagian besar prosesor terbaru dari AMD, Qualcomm, dan NVIDIA akan diproduksi oleh TSMC. Proses fabrikasi 3 nanometer (nm) dan 5 nm menjadi kunci dalam pengembangan chip generasi mutakhir ini.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

CES 2026 sendiri mengusung tema “AI Everywhere”, menekankan pemrosesan AI langsung di perangkat, khususnya pada PC dan laptop. Di tengah kenaikan harga komponen memori, efisiensi daya dan performa menjadi faktor penentu bagi produsen CPU dan GPU untuk menarik minat pasar.

Deretan Chip Baru Siap Meluncur

AMD dikabarkan akan memperkenalkan prosesor Ryzen AI 400 dan seri Ryzen 9000G. Produk ini dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan AI pada perangkat konsumen, dengan desain modular dan integrasi lintas komponen yang lebih baik.

Sementara itu, NVIDIA diperkirakan memaparkan perkembangan terbaru platform Blackwell yang kini memasuki tahap produksi massal. Perusahaan juga disebut akan membuka peta jalan (roadmap) arsitektur Rubin, yang ditujukan untuk komputasi AI tingkat lanjut, termasuk penerapan pada agentic AI dan robot humanoid.

Qualcomm tidak ingin ketinggalan. Seri Snapdragon X2 dijadwalkan debut resmi dan mulai digunakan pada perangkat komersial. Sumber industri menyebut, sebagian besar prosesor ini diproduksi oleh TSMC. Snapdragon X2, misalnya, dibangun menggunakan node 3 nm milik TSMC, sedangkan AMD Ryzen AI 400 memanfaatkan teknologi fabrikasi 4nm untuk meningkatkan kinerja sekaligus menekan konsumsi daya. NVIDIA sendiri telah lama menjadi mitra TSMC dalam pengembangan chip kelas atas.

Intel Taruhkan Kepercayaan Pasar dengan Proses Fabrikasi Sendiri

Intel menjadikan CES 2026 sebagai momentum penting untuk membuktikan arah baru strategi manufakturnya. Intel dijadwalkan meluncurkan Core Ultra generasi terbaru (Panther Lake), yang akan menjadi ujian krusial bagi keberhasilan proses fabrikasi 18A milik Intel. Meski mengandalkan teknologi sendiri, Intel masih bekerja sama dengan TSMC untuk memproduksi beberapa komponen seperti GPU dan I/O die. Selain Panther Lake, Intel juga diperkirakan akan memperkenalkan pembaruan prosesor Arrow Lake untuk segmen desktop dan laptop.

Dengan mayoritas chip baru di CES 2026 bergantung pada TSMC, Mureks mencatat bahwa sumber rantai pasok menyebut perusahaan asal Taiwan tersebut terus memperluas kapasitas produksi 3 nm. Percepatan pembangunan Fase 9 Fab 18 di Southern Taiwan Science Park menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi lonjakan permintaan industri semikonduktor global.

Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia

Di sisi lain, Samsung Electronics resmi memperkenalkan Exynos 2600, chipset flagship terbarunya yang diproyeksikan menjadi dapur pacu sebagian lini Galaxy S26. Chip ini mencatat sejarah sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) Gate-All-Around (GAA).

Dikutip dari Android Authority pada Selasa (24/12/2025), Samsung menegaskan bahwa proses 2nm membawa peningkatan signifikan pada kinerja, efisiensi daya, serta pengelolaan suhu. Fokus ini terasa penting, mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya kerap menjadi bahan perbandingan dengan chipset dari Qualcomm, MediaTek, hingga Apple.

Desain CPU Berubah, Fokus pada Performa dan Efisiensi

Exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung kini menghilangkan core berdaya rendah konvensional dan mengandalkan kombinasi core utama serta core menengah berperforma tinggi. Konfigurasinya terdiri dari:

  • 1 core utama C1-Ultra dengan kecepatan hingga 3,8 GHz
  • 3 core performa tinggi C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz
  • 6 core C1-Pro yang dioptimalkan untuk efisiensi di 2,75 GHz

Samsung mengklaim arsitektur baru ini mampu meningkatkan performa CPU hingga 39 persen dibandingkan Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 juga disebut mampu meningkatkan pemrosesan machine learning di perangkat sekaligus memangkas latensi pada fitur berbasis kecerdasan buatan.

GPU Lebih Bertenaga untuk Gim dan Visual

Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan performa ray tracing yang diklaim lebih baik hingga 50 persen. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu turut memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan upscaling dan frame generation, sehingga menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mulus tanpa mengorbankan efisiensi daya.

AI Lebih Kuat dan Perlindungan Data Lebih Baik

Kemampuan AI menjadi salah satu fokus utama pada Exynos 2600. Neural Processing Unit (NPU) terbaru di dalamnya diklaim mampu meningkatkan performa AI hingga 113 persen dibandingkan chipset Exynos flagship generasi sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkan pemrosesan model AI generatif yang lebih kompleks langsung di perangkat.

Samsung juga menekankan bahwa desain chip ini ditujukan untuk memperkuat keamanan data dan menjaga privasi pengguna dari potensi ancaman di masa mendatang.

Dukungan Kamera Resolusi Tinggi dan Video 8K

Pada sisi kamera, Exynos 2600 mendukung sensor hingga 320 megapiksel serta fitur zero shutter lag untuk pengambilan foto 108 MP. Untuk perekaman video, chipset ini mampu merekam 8K pada 30 fps serta 4K hingga 120 fps dengan HDR, termasuk dukungan codec Samsung APV untuk kualitas video lebih tinggi. Samsung juga menyematkan sistem Visual Perception yang mampu mendeteksi detail kecil secara real-time, seperti kedipan mata. Selain itu, teknologi Deep Learning Video Noise Reduction diklaim dapat meningkatkan kualitas video dalam kondisi cahaya rendah. Prosesor sinyal gambar (ISP) terbaru ini juga disebut lebih hemat daya hingga 50 persen.

Mureks