Penyerang anyar AC Milan, Niclas Fullkrug, langsung dihadapkan pada pertanyaan menarik seputar potensi lini serang Rossoneri. Dalam sesi konferensi pers perkenalannya, Fullkrug ditanya mengenai kemungkinan membentuk trio penyerang mematikan bersama dua bintang Milan lainnya, Rafael Leao dan Christian Pulisic.
Saat ini, di bawah arahan pelatih Max Allegri, AC Milan sebagian besar mengandalkan formasi 3-5-2. Skema ini biasanya menempatkan dua striker dengan peran berbeda, yakni seorang second striker dan penyerang utama bertipe target man. Pembentukan trio penyerang seperti yang disinggung, akan memerlukan adaptasi formasi menjadi 4-3-3 atau 3-4-3.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Menanggapi spekulasi tersebut, Fullkrug dengan tegas menyatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan pelatih. “Pertama-tama, saya harus menjelaskan bahwa saya tidak bisa memberitahu Anda apa yang dikatakan pelatih, saya tidak bisa menjawab itu. Pelatih akan menurunkan tim mana pun yang memiliki peluang terbaik untuk menang,” ujar Fullkrug, seperti yang dirangkum tim redaksi Mureks.
Pemain asal Jerman itu juga menyoroti pengalaman luas Allegri dalam meracik strategi. “Allegri memiliki banyak pengalaman. Dia mampu menyesuaikan formasi tergantung pada pemain. Yang penting adalah tim menang, bukan individu. Terkadang, dampak yang lebih besar bisa didapatkan dalam 20-30 menit daripada saat bermain sejak awal,” tambahnya.
Meski demikian, Fullkrug tidak menutup kemungkinan adanya perubahan. “Bermain dengan tiga penyerang di depan bisa menjadi pilihan. Kami menginginkan hasil positif pada hari Minggu untuk tetap berada di dekat puncak klasemen,” ungkapnya, merujuk pada pertandingan penting yang akan datang.
Selain membahas strategi di lapangan, Fullkrug juga berbagi pengalamannya bertemu dengan penasihat Rossoneri, Zlatan Ibrahimovic. Pertemuan tersebut meninggalkan kesan positif bagi sang striker.
“Saya sudah bertemu Zlatan. Saya senang bisa berbicara dengannya dan bertukar beberapa lelucon. Saya sering menontonnya saat masih muda,” kata Fullkrug. Ia menambahkan, “Dia adalah striker serba bisa. Dia memberi saya beberapa nasihat, beberapa tips, dan memberi tahu saya apa yang dia harapkan dari saya.”






