Aktor Nadya Arina dan Jerome Kurnia baru-baru ini berbagi cerita seputar film terbaru mereka, “Penerbangan Terakhir”, dalam kunjungan media di kantor IDN, Jakarta, pada Rabu, 7 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Nadya Arina secara khusus menegaskan bahwa film yang mengangkat kisah skandal perselingkuhan pilot dan pramugari ini tidak bertujuan untuk menyudutkan atau menjelekkan profesi di dunia aviasi.
Film “Penerbangan Terakhir” dijadwalkan tayang di bioskop pada 15 Januari 2026. Catatan Mureks menunjukkan, premis cerita yang berlatar belakang dunia penerbangan ini telah memicu beragam reaksi di media sosial, bahkan dikaitkan dengan skandal serupa yang sempat viral sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Nadya menekankan bahwa cerita yang diangkat hanyalah satu kisah dari sudut pandang tertentu, bukan representasi menyeluruh dari seluruh pekerja di bidang tersebut.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Nadya Arina: Ini Hanya Oknum
“Gak ada yang mau menjelekkan satu pekerjaan bahwa semua pramugari dan pilot seperti itu. Ini hanya oknum aja. Even, di pekerjaan kita sebagai aktor atau pekerjaan kalian juga pasti banyak yang seperti itu. Cuma kebetulan yang diangkat adalah ini,” ujar Nadya Arina dengan nada serius, menjelaskan esensi cerita filmnya.
Meski telah memberikan klarifikasi, Nadya Arina mengaku memiliki kekhawatiran pribadi. Ia merasa takut untuk naik pesawat setelah filmnya dirilis, khawatir akan terjadi kesalahpahaman dari penonton, terutama mereka yang berprofesi di dunia aviasi. Bahkan, sebelum film tayang, ia sudah menerima komentar negatif di media sosialnya.
“Ada beberapa yang udah sampai ke media sosial aku, yang beberapa orang-orang yang kerja di aviasi juga, komplain. Maksudnya kayak, ‘Kok gitu sih ngepotretnya. Ini tuh sebuah pekerjaan yang bener loh. Kita tuh beneran kerja atau apa gitu’. Tapi mereka belum nonton, udah bisa ngomong gitu,” ungkap Nadya, menggambarkan respons awal yang diterimanya.
Jerome Kurnia: Semakin Respek pada Pilot
Berbeda dengan Nadya, Jerome Kurnia yang memerankan karakter Kapten Deva justru merasakan perubahan pandang yang signifikan. Melalui proses pendalaman karakter, Jerome mengaku semakin memahami betapa besar tanggung jawab yang diemban oleh para pekerja di dunia aviasi, khususnya pilot.
“Betapa susah dan beratnya pekerjaan pilot, dengan lo harus fit secara raga dan jiwa. Banyak yang bergantung pada diri lo dan lo juga harus banyak belajar dan terus belajar karena pesawat itu berubah-berubah terus. Jadi kayak bener-bener harus tajam gitu sih,” tutur Jerome Kurnia sambil tersenyum, menjelaskan kompleksitas profesi pilot.
Pengalaman ini membuat Jerome Kurnia semakin menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap profesi tersebut. “Jadi singkatnya, aku jadi tambah respect kepada pekerjaan orang-orang aviasi,” pungkasnya.






