Teknologi

Motorola Resmi Rilis Razr Fold di CES 2026, Siap Tantang Dominasi Samsung Galaxy Z Fold 7

Las Vegas – Motorola secara resmi mengumumkan kehadiran ponsel lipat model buku pertamanya, Motorola Razr Fold, di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung di Las Vegas, Rabu (07/01/2026). Perangkat ini menandai langkah besar Motorola untuk memasuki segmen foldable book-style yang selama ini didominasi oleh seri Samsung Galaxy Z Fold.

Motorola memposisikan Razr Fold sebagai rival langsung bagi Samsung Galaxy Z Fold 7 yang diperkirakan akan meluncur tahun ini. Menurut Mureks, langkah ini menunjukkan ambisi Motorola untuk memperluas pangsa pasar di kategori ponsel lipat premium.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Spesifikasi Unggulan Motorola Razr Fold

Motorola mengklaim Razr Fold membawa spesifikasi flagship di hampir semua aspek. Perusahaan menjanjikan tampilan layar canggih, fitur kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, serta sistem kamera baru yang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih premium di kelas foldable.

Ponsel ini hadir dengan layar lipat berukuran 8,09 inci, menawarkan pengalaman visual yang lebih luas dan fleksibel. Layar dalam menggunakan teknologi LTPO dengan resolusi 2K, sementara layar luar berukuran 6,56 inci memungkinkan akses cepat tanpa harus membuka perangkat sepenuhnya. Razr Fold akan tersedia dalam dua pilihan warna menarik, yaitu Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White.

Dari segi fotografi, Razr Fold mengusung konfigurasi tiga kamera belakang canggih. Terdiri dari sensor utama Sony LYTIA 828 1X 50MP, kamera ultra-wide 50MP, serta kamera periscope telephoto 50MP dengan kemampuan zoom optik 3x. Ketiga kamera ini mendukung perekaman video Dolby Vision untuk hasil yang lebih sinematik. Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, perangkat ini menyematkan kamera 32MP pada layar luar dan kamera 20MP pada layar dalam.

Fitur AI seperti Catch Me Up dan Next Move turut dihadirkan untuk meningkatkan produktivitas dan interaksi sehari-hari. Razr Fold juga kompatibel dengan stylus Moto Pen Ultra, memungkinkan pengguna untuk menggambar, mencatat, atau mengedit dengan presisi tinggi.

Meski demikian, Motorola belum mengungkapkan spesifikasi lengkap lainnya, termasuk prosesor, kapasitas baterai, RAM, dan penyimpanan. Informasi mengenai harga, ketersediaan pasar, serta detail spesifikasi penuh akan diumumkan pada waktu mendatang.

Inovasi Lain: Edisi Khusus hingga Lini Premium Baru

Selain Razr Fold, Motorola juga memanfaatkan momentum CES 2026 untuk merayakan kemitraan resminya sebagai smartphone partner FIFA World Cup 2026 dengan meluncurkan edisi khusus Razr 2025. Ponsel ini identik dengan Razr 2025 standar yang diumumkan tahun lalu, namun hadir dalam warna hijau dengan lencana World Cup di bagian belakang. Desain tema ini meluas ke perangkat lunak, termasuk wallpaper khusus dan nada dering baru. Edisi ini bukan model terbatas; awalnya eksklusif di Motorola.com dan Verizon, kemudian tersedia di kanal lain seperti Amazon mulai 12 Februari, dengan harga USD 700 (sekitar Rp 11,7 juta).

Motorola Signature: Ponsel Premium dengan Dukungan Jangka Panjang

Motorola juga memperkenalkan lini baru bernama Signature, yang ditargetkan sebagai ponsel premium. Signature memiliki ketebalan hanya 6,99 mm dengan bobot 186 gram, serta sudah mengantongi sertifikat IP68 dan IP69 untuk ketahanan air dan debu.

Layarnya mengusung panel AMOLED Extreme 6,8 inci dengan refresh rate 165 Hz dan kecerahan hingga 6.200 nits, dilindungi oleh Gorilla Glass Victus 2. Ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5, ponsel ini dilengkapi empat kamera belakang 50 megapiksel bersensor Sony LYTIA 828. Meskipun tipis, baterainya berkapasitas 5.200 mAh dengan teknologi silicon-carbon.

Dari segi audio, Motorola Signature mendapatkan speaker stereo ganda yang menggunakan teknologi “Sound by Bose”, serta Dolby Atmos, menghadirkan pengalaman audio yang imersif. Yang menarik, Motorola berkomitmen memberikan tujuh tahun pembaruan perangkat lunak penuh untuk Signature, sebuah langkah yang Mureks catat sebagai upaya signifikan dalam mendukung keberlanjutan produk.

Motorola Signature hadir dalam dua pilihan warna: Pantone Martini Olive dan Pantone Carbo. Harganya 999 Euro atau kisaran Rp 19 juta. Perangkat ini dikabarkan akan diluncurkan di beberapa negara Eropa, dengan jadwal peluncuran di Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Asia-Pasifik dalam beberapa bulan mendatang.

Moto Things: Ekosistem Perangkat Cerdas Motorola

Motorola turut meluncurkan tiga perangkat baru di bawah merek Moto Things, memperluas ekosistem perangkat cerdasnya:

  • Moto Watch: Smartwatch berukuran 47 milimeter ini menggunakan sistem operasi proprietary—bukan Wear OS dari Google—untuk mencapai daya tahan baterai hingga 13 hari (atau tujuh hari dengan always-on OLED). Smartwatch ini bekerja sama dengan merek kebugaran Polar untuk fitur pelacakan kesehatan, dan akan dijual mulai 22 Januari.
  • Moto Pen Ultra: Stylus sensitif tekanan dengan deteksi kemiringan yang kompatibel dengan Razr Fold (meski tidak disimpan di dalam ponsel seperti Moto G Stylus). Stylus ini dilengkapi case pengisi daya yang praktis, serta mendukung fitur AI seperti beautification tulisan tangan dan Sketch to Image untuk mengubah coretan menjadi sketsa indah. Produk ini akan rilis di AS dalam waktu dekat.
  • Moto Tag 2: Generasi kedua tracker Bluetooth ini akan tersedia di AS, meskipun tanpa linimasa atau harga pasti. Tracker ini mendukung teknologi ultra-wideband untuk lokasi presisi (jika perangkat mendukung), rating IP68 tahan air, dan daya tahan baterai lebih dari 500 hari. Moto Tag 2 kompatibel dengan aplikasi Google’s Find My Device, atau aplikasi Moto Tag dari Motorola sendiri. Tombol pada tracker juga bisa digunakan untuk membunyikan ponsel yang hilang.
Mureks