Salju, yang identik dengan wilayah bersuhu dingin, seringkali jauh dari gambaran iklim jazirah Arab yang panas dan kering. Namun, sebuah fakta menarik terungkap dari salah satu bacaan doa iftitah Rasulullah SAW, di mana beliau secara jelas menyebut salju. Hal ini menjadi sorotan mengingat secara geografis dan historis, besar kemungkinan beliau belum pernah menyaksikan salju secara langsung pada masanya.
Penyebutan salju ini cukup menarik karena bukan peristiwa umum di lingkungan tempat beliau hidup. Fenomena ini sekaligus menjadi salah satu tanda kenabian Rasulullah SAW, yang mendapatkan pengetahuan melalui wahyu langsung dari Allah SWT.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Doa Iftitah yang Menyebut Salju
Salah satu redaksi doa iftitah yang diajarkan Rasulullah SAW memuat air, salju, dan embun sebagai unsur yang dapat digunakan untuk bersuci. Dalam buku Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Taharah karya Ahmad Sarwat, Lc., M.A., dijelaskan bahwa salju diterangkan sebagai air yang turun dari langit, serupa dengan hujan. Perbedaannya terletak pada suhu udara yang menyebabkan air membeku dan membentuk kristal.
Mureks mencatat bahwa secara hukum, salju diposisikan sama dengan air hujan karena berasal dari proses yang serupa. Salju yang turun dari langit atau yang berada di permukaan tanah dapat dipakai untuk wudu dan mandi janabah, selama tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya bacaan antara takbir dan Al-Fatihah. Beliau bersabda:
“Aku membaca Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits tersebut, jelas bahwa salju diakui sebagai benda yang suci menurut syariat, meskipun bukan fenomena yang umum terjadi di wilayah Arab pada masa itu. Berikut ini adalah bacaan doa iftitah yang dimaksud:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Arab-latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod.
Artinya: Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.
Air yang Sah Dipakai untuk Bersuci, Termasuk Salju
Dalam buku Seri Fikih Kehidupan susunan Ahmad Sarwat, dijelaskan beberapa jenis air yang sah dipakai bersuci. Salah satu jenisnya adalah air mutlak, yaitu air asli yang belum tercampur benda suci maupun najis, dan belum digunakan untuk bersuci sebelumnya.
Air mutlak bersifat suci serta dapat dipakai untuk wudu dan mandi janabah. Jenis air ini mencakup air hujan, salju, embun, air laut, air zamzam, air sumur atau mata air, serta air sungai. Berdasarkan ketentuan ini, salju diperlakukan sama dengan jenis air lain selama memenuhi syarat kebersihan dan keamanan.
Fenomena Salju Turun di Jazirah Arab
Jika dahulu salju dianggap asing bagi wilayah Arab, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada masa kini. Fenomena salju tercatat terjadi di Arab Saudi dan menjadi perhatian masyarakat luas.
Arab News melaporkan turunnya salju pada Rabu hingga Kamis, 17-18 Desember 2025, di sejumlah wilayah utara Arab Saudi. Peristiwa ini dipicu masuknya massa udara dingin yang membawa hujan serta menurunkan suhu hingga di bawah nol derajat Celsius pada beberapa titik.
Wilayah yang terdampak meliputi Tabuk, Hail, serta Al-Majmaah dan Al-Ghat di wilayah utara Riyadh. Salju terlihat menumpuk di dataran tinggi dan area terbuka. Salah satu lokasi yang tertutup salju adalah Trojena di Jabal al-Lawz, Provinsi Tabuk, dengan ketinggian sekitar 2.600 meter. Kejadian ini menarik perhatian warga karena jarang terjadi di negara yang dikenal beriklim gurun tersebut.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa salju bukan hal mustahil terjadi di wilayah Arab, sekaligus memberi bukti nyata atas penyebutan salju pada doa Rasulullah SAW jauh sebelum fenomena serupa tercatat.






