Michelle Ziudith, aktris yang membintangi film “Alas Roban”, mengungkapkan hasil risetnya mengenai jalur legendaris di utara Jawa tersebut. Ia menyoroti sisi kelam Alas Roban yang dikenal angker, rawan kecelakaan, hingga dikaitkan dengan peristiwa Penembak Misterius (Petrus) di masa lalu. Film “Alas Roban” sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026.
Dalam film tersebut, Michelle memerankan Sita, seorang ibu tunggal yang harus melintasi Alas Roban pada malam hari bersama putrinya, Gendis, dalam perjalanan dari Pekalongan menuju Semarang. Michelle mengaku sudah familier dengan reputasi Alas Roban. “Yang aku dengar, Alas Roban ini banyak tragedinya. Dulu tempat pembuangan mayat dan tempat Petrus (penembak misterius). Menimbulkan banyak misteri, ujung-ujungnya menjadi banyak tragedi,” ujarnya.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Penuturan Michelle Ziudith ini didukung oleh berbagai data dan catatan sejarah. Alas Roban, yang membentang di pesisir Pantai Utara Jawa, memang dikenal memiliki tanjakan curam dan sering memakan korban jiwa. Tingginya angka kecelakaan di jalur yang terletak di kawasan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini, membuat masyarakat setempat menjulukinya sebagai jalur tengkorak.
Mureks mencatat bahwa Endah Sri Hartatik dalam bukunya Dua Abad Jalan Raya Pantura (2020) juga menuliskan tentang penemuan karung goni berisi mayat manusia dan sejumlah uang yang kerap ditemukan di sekitar Alas Roban, yang digunakan untuk menguburkan jasad-jasad tersebut.
Alas Roban dan Kisah Penembak Misterius
Kisah kelam Alas Roban juga kerap dikaitkan dengan fenomena Penembak Misterius atau Petrus yang marak terjadi pada dekade 1980-an. Michelle Ziudith membeberkan, “Kebetulan memang banyak kecelakaan juga (di sana).” Ia menduga, kondisi infrastruktur yang belum memadai di masa lalu, ditambah kondisi geografis yang curam, menjadi faktor utama tingginya kerawanan kecelakaan di jalur tersebut.
“Infrastrukturnya (dulu) tidak mumpuni untuk dilewati hilir mudik truk besar. Percaya banget kalau banyak terjadi kecelakaan di situ,” tambah Michelle, seraya menyebut bahwa proses syuting film Alas Roban dilakukan di lokasi aslinya.
Pernyataan Michelle turut dibenarkan oleh lawan mainnya, Taskya Namya. “Aku sepakat. Karena menurutku, pasti di setiap jalanan enggak cuma di Alas Roban, bahkan di Jakarta juga ada, kan. Kilometer tertentu yang bisa dibilang katanya bakal menjemput ajal, pasti akan ada tumbal di setiap tahunnya,” ujar Taskya.
Taskya Namya menekankan pentingnya kewaspadaan saat berkendara di jalur-jalur yang dilabeli rawan kecelakaan. Ia juga menyoroti pentingnya menghormati tradisi setempat. “Kalau masalah seperti itu aku lumayan percaya. Kita tinggal ikuti saja untuk menghindari apapun yang bisa terjadi di tempat itu. Aku enggak bisa bilang itu menghormati, cuma kita lakukan saja tradisi yang dibilang akan bikin kita aman,” pungkas Taskya Namya.






