Pameran elektronik konsumen tahunan, CES 2026, kembali memukau di Las Vegas, Nevada. Ajang ini menjadi panggung bagi berbagai inovasi audio yang menantang batas logika, mulai dari earbud open-fit yang berubah bentuk hingga headphone yang bisa bertransformasi menjadi speaker portabel.
Para pemain besar industri audio turut berpartisipasi, menghadirkan produk-produk unggulan yang siap mendefinisikan ulang pengalaman mendengarkan. Berikut adalah tujuh earbud dan headphone terbaik yang menarik perhatian tim redaksi Mureks di CES 2026:
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
1. Shokz Openfit Pro: Peredam Bising di Desain Open-Ear
Shokz, yang dikenal dengan perangkat audio khusus olahraga, memperkenalkan OpenFit Pro. Produk ini menjadi earbud open-ear pertama Shokz yang dilengkapi fitur “synchronized dual-diaphragm driver and noise reduction”. Fitur “noise reduction” ini bekerja layaknya peredam bising aktif, namun tetap mempertahankan desain open-ear yang unik.
Shokz mengklaim algoritma SuperBoost baru mereka mampu menghasilkan “dynamic and distortion-free sound” dengan “aerospace-grade aluminium PMI dome cap” premium. Desainnya yang aman dan pas di telinga, bahkan saat berolahraga tenis, menjadi nilai tambah. OpenFit Pro juga mendukung konten Dolby Atmos dengan teknologi pelacak kepala yang responsif. Dengan harga sekitar £219 (sekitar $295 atau Rp4,5 jutaan), produk ini menawarkan fitur unggulan dengan harga premium.
2. Fender Mix: Daya Tahan Baterai 100 Jam
Merek gitar legendaris Fender kini merambah pasar headphone nirkabel dengan meluncurkan Fender Mix. Headphone ini dijadwalkan rilis dengan harga menengah sekitar $299. Fender Mix menggunakan driver 40mm dan dilengkapi fitur standar headphone premium, seperti peredam bising (ANC), audio spasial, serta konektivitas 3.5mm dan USB-C.
Fitur paling menonjol adalah daya tahan baterainya yang luar biasa: 52 jam dengan ANC aktif atau 100 jam tanpa ANC. Bahkan, pengguna masih dapat mendengarkan musik melalui koneksi kabel saat baterai habis. Namun, desain Fender Mix yang standar mungkin kurang menonjol dibandingkan estetika amplifier gitar Marshall yang ikonik.
3. JBL Soundgear Clips: Earbud Gaya Cuff yang Terjangkau
JBL tampil dominan di CES 2026 dengan meluncurkan tiga model earbud open-ear baru. Salah satu yang paling menarik adalah JBL Soundgear Clips, earbud bergaya cuff yang mengingatkan pada estetika “new romantic” tahun 90-an. Earbud ini dibanderol dengan harga terjangkau, sekitar $149.95.
JBL Soundgear Clips menggunakan solusi konduksi udara dengan teknologi OpenSound dan algoritma peningkatan bass. Daya tahan baterainya mencapai 32 jam (8 jam dari earbud, 24 jam dari casing), serta memiliki ketahanan air dan debu IP54. Kontrol sentuh pada earbud dapat disesuaikan melalui aplikasi JBL Headphones.
4. TDM Neo: Headphone yang Berubah Jadi Speaker
TDM Neo menghadirkan inovasi yang terdengar unik: headphone on-ear nirkabel yang dapat berubah menjadi speaker Bluetooth portabel. Dengan memutar dan menekan ikat kepala, perangkat ini langsung memutar musik melalui speaker eksternalnya. Mureks mencatat bahwa desain ini sangat cerdas dan fungsional.
Perangkat ini memiliki empat driver (satu menghadap ke dalam, satu menghadap ke luar per earcup) dan dua amplifier terpisah. Speaker dapat beroperasi selama 10 jam, sementara mode headphone menawarkan daya tahan baterai fantastis hingga 200 jam. Meskipun tidak memiliki peredam bising aktif, TDM Neo menawarkan fleksibilitas luar biasa. TDM sendiri merupakan singkatan dari “Tomorrow Doesn’t Matter”, yang berarti “dunia di mana orang hidup di saat ini, memberdayakan pengguna untuk berbagi apa yang mereka dengarkan saat mereka masuk ke lingkungan sosial.”
5. Anker Soundcore Aerofit 2 Pro: Earbud Hibrida Berubah Bentuk
Setelah tren earbud open-ear pada 2025, Anker Soundcore Aerofit 2 Pro hadir dengan konsep hibrida yang inovatif. Earbud ini dapat beralih antara mode open-ear dan in-ear, bahkan dilengkapi peredam bising aktif (ANC) saat dalam mode in-ear. Uniknya, bagian leher earbud akan memanjang atau memendek sesuai mode yang dipilih, menjadikannya earbud yang benar-benar “berubah bentuk”.
Anker Soundcore Aerofit 2 Pro dijadwalkan meluncur pada Februari 2026 dengan perkiraan harga antara $150 hingga $200. Tim redaksi Mureks tidak sabar untuk menguji langsung kemampuan adaptifnya.
6. Prototipe Headset Gaming Neurable x HyperX: Pembaca Pikiran untuk Performa Gaming
Neurable, yang dikenal dengan teknologi “pembaca pikiran” mereka, kini berkolaborasi dengan HyperX untuk menciptakan headset gaming. Headset ini dilengkapi 12 sensor EEG kering yang tersembunyi di bantalan telinga, dirancang untuk meningkatkan performa gamer.
Teknologi ini fokus pada dua area: meningkatkan kondisi mental sebelum bermain dan memantau aktivitas selama sesi gaming untuk mempertahankan tingkat fokus puncak. Hasilnya mengesankan: pemain eSports profesional meningkatkan akurasi bidikan sekitar 3%, sementara rata-rata pemain meningkat 1,5%. Waktu reaksi juga diklaim membaik rata-rata 40 milidetik, sebuah peningkatan signifikan dalam dunia gaming kompetitif. Seorang kolega yang mencoba headset ini bahkan menyebut fitur bantuan fokusnya “pretty instantly addictive”.
7. Klipsch Atlas: Kembali ke Pasar Headphone Setelah Satu Dekade
Klipsch merayakan ulang tahun ke-80 perusahaan dengan menandai kembalinya mereka ke pasar headphone setelah satu dekade, melalui seri Atlas. Seri ini terdiri dari tiga model over-ear yang berbeda, dijadwalkan rilis di AS pada musim panas 2026.
- Atlas HP-1: Desain nirkabel over-ear dengan peredam bising aktif, fokus pada “ultra-light weight, long-term wearability, and standout battery life”. Klipsch juga berencana untuk “third-party feature compatibility for spatial audio and hearing compensation”.
- Atlas HP-2: Opsi hi-fi tertutup yang “tuned for class-leading bass response and immersive low-end impact, aimed squarely at a bass-forward enthusiast that desires visceral energy without sacrificing refinement.”
- Atlas HP-3: Model unggulan dengan desain semi-open-back premium, dirancang untuk audiophile yang menginginkan “spacious, speaker-like presentation”. Model ini bahkan dilengkapi dudukan headphone khusus.
Ketiga model ini diharapkan meluncur pada musim panas 2026. Meskipun harga belum diumumkan, diperkirakan tidak akan masuk kategori headphone murah.
Berbagai inovasi audio yang dipamerkan di CES 2026 menunjukkan arah masa depan teknologi suara yang semakin personal, adaptif, dan imersif. Konsumen dapat menantikan pengalaman mendengarkan yang lebih canggih dan sesuai kebutuhan.
Referensi penulisan: www.techradar.com






