Deru mesin mobil Formula 1 kini senyap, memasuki jeda musim dingin yang panjang. Para penggemar harus bersabar hingga seri pembuka Formula 1 2026 di Sirkuit Albert Park, Australia, pada 8 Maret 2026. Namun, dalam catatan sejarahnya, ajang balap jet darat ini pernah dua kali menggelar balapan pada pengujung tahun, sebuah fenomena langka yang terjadi di Afrika Selatan.
Pertarungan Gelar di Penghujung 1962: Kemenangan Graham Hill
Afrika Selatan pertama kali menjadi bagian dari kalender Formula 1 pada 29 Desember 1962. Balapan yang dihelat di Prince George Circuit ini sekaligus menjadi seri penutup musim tersebut, dengan pertarungan sengit memperebutkan gelar juara dunia.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Saat itu, Graham Hill memimpin klasemen dengan keunggulan 9 poin atas Jim Clark. Hill hanya membutuhkan keunggulan minimal 1 poin dari Clark untuk mengunci titel juara. Sebaliknya, Clark bisa meraih gelar jika berhasil memenangi balapan dan Hill finis di luar enam besar.
Jim Clark menunjukkan dominasinya di sesi kualifikasi dengan merebut posisi start terdepan, mencatatkan waktu 1 menit 29,3 detik, unggul 0,3 detik dari Hill yang start di posisi kedua. Namun, nasib berkata lain bagi Clark. Ia harus menelan pil pahit setelah mobilnya mengalami kebocoran oli pada lap ke-63, memaksanya gagal menuntaskan balapan.
Di sisi lain, Graham Hill tampil prima dan berhasil finis sebagai pemenang, mengungguli Bruce McLaren dengan selisih 49,8 detik. Kemenangan ini memastikan Hill meraih gelar juara dunia Formula 1 pertamanya.
Dominasi Jim Clark di Akhir 1963
Setahun berselang, Grand Prix Afrika Selatan kembali hadir di kalender Formula 1 pada 28 Desember 1963, lagi-lagi sebagai seri penutup musim. Prince George Circuit kembali menjadi saksi bisu balapan tersebut.
Jim Clark kembali menunjukkan kecepatannya dengan meraih pole position, membukukan waktu 1 menit 28,9 detik, hanya unggul 0,1 detik dari Jack Brabham. Ini merupakan pole position kedua Clark secara beruntun di GP Afrika Selatan.
Berbeda dengan musim sebelumnya, Clark kali ini sukses menuntaskan balapan 85 lap sebagai pemenang. Ia finis di depan Dan Gurney dengan keunggulan 1 menit 6,8 detik. Kemenangan ini menjadi yang kesepuluh bagi Clark sepanjang kariernya di Formula 1.
Jejak Panjang GP Afrika Selatan di Formula 1
Secara keseluruhan, Afrika Selatan telah menjadi tuan rumah balapan Formula 1 sebanyak 23 kali. Mureks mencatat bahwa tiga balapan pertama dihelat di Prince George Circuit (1962, 1963, dan 1965), sebelum kemudian berpindah ke Sirkuit Kyalami yang menjadi lokasi 20 balapan berikutnya sejak 1967.
Dua pembalap legendaris, Jim Clark dan Niki Lauda, berbagi rekor kemenangan terbanyak di Grand Prix Afrika Selatan, masing-masing dengan tiga kemenangan. Clark meraihnya pada 1963, 1965, dan 1968, sementara Lauda berjaya pada 1976, 1977, dan 1984.
Balapan Formula 1 terakhir di Afrika Selatan berlangsung pada 14 Maret 1993 di Sirkuit Kyalami. Saat itu, Alain Prost keluar sebagai pemenang, mengungguli rival abadinya, Ayrton Senna, dengan selisih 1 menit 19,824 detik.
Meski kini absen dari kalender Formula 1, Afrika Selatan telah mengukir sejarah sebagai tuan rumah balapan di penghujung tahun. Potensi kembalinya negara ini ke sirkuit F1 tetap menjadi harapan banyak pihak, meskipun kemungkinan besar tidak lagi di akhir tahun. Hanya waktu yang akan menjawab kapan deru mesin Formula 1 akan kembali menggelegar di tanah Afrika Selatan.






