Di jagat One Piece, nama-nama besar seperti Yonko kerap disebut sebagai puncak kekuatan yang paling ditakuti. Namun, gelar ‘Kriminal Terburuk di Dunia’ justru disematkan oleh Pemerintah Dunia kepada Monkey D. Dragon, ayah dari protagonis utama, Monkey D. Luffy. Status ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa bukan bajak laut legendaris, melainkan Dragon yang memegang predikat mengerikan tersebut?
Tampaknya, ketakutan Pemerintah Dunia terhadap Dragon tidak semata-mata berasal dari kekuatan fisik atau Haki yang dimilikinya. Dragon memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh bajak laut pada umumnya, yakni ideologi yang secara langsung menyerang jantung kekuasaan. Daripada sekadar memburu harta karun dan wilayah kekuasaan, Dragon justru menargetkan keruntuhan sistem pemerintahan global yang telah berdiri kokoh selama ratusan tahun.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Ideologi Revolusioner yang Mengguncang Sistem
Visi Dragon untuk menumbangkan Pemerintah Dunia dan Kaum Naga Langit secara langsung menjadi ancaman eksistensial bagi para petinggi di Mary Geoise. Berbeda dengan bajak laut yang umumnya mengincar kekayaan atau kekuasaan teritorial, agenda Dragon adalah penghancuran total sistem yang ada. Hal inilah yang menjadikannya musuh paling berbahaya di mata penguasa dunia.
Mantan Angkatan Laut dengan Pengetahuan Internal Mendalam
Fakta bahwa Dragon adalah mantan anggota Angkatan Laut menambah tingkat bahayanya di mata Pemerintah Dunia. Ia pernah menyaksikan langsung kekejaman sistem saat Insiden God Valley tiga puluh delapan tahun lalu, di mana kaum bangsawan memburu warga sipil demi olahraga semata. Kekecewaan mendalam ini memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk kebobrokan sistem dari dalam, menjadikannya musuh yang memiliki pengetahuan internal tentang cara kerja militer dan rahasia kotor musuhnya.
Aksi Nyata Membebaskan Negara Afiliasi
Dragon tidak hanya berdiam diri di markas. Ia secara aktif memicu revolusi di berbagai negara yang berafiliasi dengan Pemerintah Dunia. Tindakan-tindakan ini membuat Pemerintah Dunia kelimpungan dan menderita kerugian signifikan. Dalam ringkasan Mureks, aksi Dragon secara tidak langsung memutus aliran sumber daya, pajak, dan pengaruh politik para bangsawan di Mary Geoise, melemahkan fondasi kekuasaan mereka.
Memimpin Pasukan Revolusioner yang Terorganisir
Ancaman Dragon menjadi semakin nyata karena ia tidak memimpin gerombolan bajak laut yang bergerak sesuka hati, melainkan sebuah tentara militer yang disiplin dan terorganisir. Pasukan Revolusioner memiliki struktur komando yang jelas, dengan jenderal-jenderal kuat seperti Sabo dan Ivankov, serta jaringan mata-mata yang tersebar luas. Kekuatan tempur ini memungkinkan mereka beroperasi secara serentak di seluruh penjuru dunia, tidak hanya terbatas di wilayah Grand Line saja.
Deklarasi Perang Terbuka terhadap Tenryuubito
Puncak dari ancaman Dragon terlihat jelas saat peristiwa Reverie, di mana pasukannya tidak lagi bergerak di bayang-bayang tetapi secara resmi mendeklarasikan perang terbuka. Mereka menghancurkan simbol Kaum Naga Langit dan memutus jalur logistik pangan ke tanah suci Mary Geoise. Langkah ini menunjukkan sifat Dragon yang langsung berkonflik dengan para penguasa. Ia berkeinginan kuat untuk menghancurkan ‘dewa palsu’ tersebut, sebuah keyakinan yang bahkan tidak dimiliki oleh para kaisar lautan sekalipun.
Melihat semua fakta tersebut, gelar ‘Kriminal Terburuk di Dunia’ memang sangat pantas disandang oleh Dragon. Ia bukan sekadar pemberontak biasa yang mengandalkan otot, melainkan seorang ahli strategi yang paham betul cara meruntuhkan dominasi Pemerintah Dunia secara sistematis. Oda Sensei sepertinya sedang mempersiapkan panggung besar bagi ayah Luffy ini untuk memainkan peran kunci di saga terakhir, menjanjikan perubahan radikal yang mengguncang seluruh tatanan dunia One Piece.






