Hiburan

Mengapa Lima Lagu Klasik Ini Tetap Mampu Membangkitkan Sensasi Merinding, Bahkan Setelah Puluhan Tahun?

Musik memiliki kekuatan unik untuk melampaui sekadar hiburan, seringkali memicu sensasi merinding yang sulit dijelaskan. Fenomena ini, yang kerap dikaitkan dengan lagu-lagu berirama pelan dan sendu, ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar rumus data. Bahkan, lagu-lagu dengan produksi besar dan energi tinggi pun mampu menghadirkan efek emosional yang sama kuatnya.

Sensasi merinding ini seringkali muncul dari lagu-lagu yang terasa familiar atau yang membawa pendengarnya kembali pada momen-momen penting dalam hidup. Tim redaksi Mureks merangkum lima lagu klasik yang, meski telah dirilis puluhan tahun lalu, tetap konsisten membangkitkan sensasi tak terlupakan tersebut.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

1. “Baba O’Riley” – The Who (1971)

Meskipun teori umum menyebut lagu pemicu merinding berirama lambat dan minim elektronik, “Baba O’Riley” dari The Who adalah pengecualian yang mencolok. Sejak intro legendarisnya mengalun pada tahun 1971, banyak pendengar langsung merasakan hantaman emosional yang kuat dan sulit diuraikan.

Lagu ini seolah membuka gerbang menuju dunia lain yang penuh semangat. Ikatan emosional yang terbangun menjadi salah satu alasan utama mengapa “Baba O’Riley” begitu memicu nostalgia, baik karena kemunculannya dalam adegan budaya pop seperti serial Stranger Things, maupun karena asosiasi dengan pengalaman pribadi atau kerinduan akan seseorang.

2. “Love Will Tear Us Apart” – Joy Division (1980)

Tidak masuk kategori lagu lambat atau lembut, “Love Will Tear Us Apart” tetap diakui sebagai salah satu lagu paling emosional sepanjang masa. Musiknya memancarkan aura nostalgia yang kuat, seolah membawa kita mundur ke sebuah malam di masa remaja, mungkin di klub, di kamar, atau di saat musik terasa sebagai satu-satunya teman yang memahami perasaan kita.

Di balik melodi yang memikat, lagu ini juga dibayangi kisah tragis yang membuatnya makin menghantui. “Love Will Tear Us Apart” menjadi hit terbesar Joy Division, lahir di tengah gejolak pribadi sang vokalis, Ian Curtis. Hal ini membuat setiap ketukan dan liriknya terasa begitu berat dan indah, menciptakan sensasi merinding yang datang dari kedalaman pengalaman manusiawi.

3. “Dreams” – The Cranberries (1993)

“Dreams” adalah lagu yang terasa seperti pembuka dan penutup film dalam waktu bersamaan. Beat yang mengalir cepat memancing adrenalin, namun suara Dolores O’Riordan yang jernih dan emosional memberikan keseimbangan yang memikat. Perpaduan keduanya menciptakan sensasi merinding yang datang dari energi sekaligus kehalusan.

Makna di balik lagu ini juga menjadi salah satu alasan mengapa ia begitu menyentuh. “Dreams” menggambarkan perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya, sebuah pengalaman universal yang sebagian besar orang pernah rasakan dan masih bisa mereka ingat dengan jelas. Lagu ini berhasil menangkap euforia tersebut dan menjadikannya potongan musik yang terasa seperti kenangan hidup dalam bentuk suara.

4. “Crazy Train” – Ozzy Osbourne (1980)

Mungkin terlihat tidak biasa memasukkan “Crazy Train” dalam daftar lagu pemicu merinding, namun lagu ini memiliki kekuatan emosional tersendiri. Sebagai salah satu karya paling ikonik Ozzy Osbourne, lagu ini memadukan energi, pesan, dan karakter vokal Ozzy dalam satu paket yang menggugah.

Terinspirasi oleh ketegangan masa Perang Dingin, “Crazy Train” membawa pesan tentang ketakutan, kebingungan, dan kondisi dunia yang tak menentu, sebuah tema yang terasa relevan bahkan sampai sekarang. Dengan sejarah dan maknanya, lagu ini bukan hanya rock anthem, tetapi juga karya yang membuat pendengarnya merinding setiap kali riff pertama terdengar.

5. “Bohemian Rhapsody” – Queen (1975)

Secara teknis, “Bohemian Rhapsody” mungkin tidak akan masuk standar ilmiah lagu pemicu merinding karena strukturnya yang tidak konvensional. Namun, justru keunikan itulah yang membuatnya begitu memikat. Dari intro lembut, bagian opera, hingga rock yang meledak-ledak, setiap elemennya dirancang untuk menciptakan kejutan dan emosi yang naik turun.

Lagu ini juga membawa kekuatan nostalgia yang sangat besar. Banyak orang menanti bagian favorit mereka, dan momen sebelum bagian itu muncul menciptakan ketegangan yang menyenangkan. Setiap transisi memberikan kejutan kecil yang membuat bulu kuduk berdiri, sebuah pengalaman yang tidak pernah gagal, meskipun sudah didengar ratusan kali.

Kelima lagu klasik ini membuktikan bahwa sensasi merinding tidak selalu berasal dari melodi yang pelan atau lirik yang sedih. Justru, lagu-lagu yang sarat energi, memiliki sejarah mendalam, atau membawa makna personal yang kuat, mampu menciptakan pengalaman auditori yang mendalam dan tak lekang oleh waktu. Jadi, dari daftar yang catatan Mureks sajikan ini, lagu mana yang paling sering membuat bulu kuduk Anda berdiri?

Mureks