Olahraga

Menganalisis Peran Antoine Semenyo dalam Pergeseran Filosofi Taktik Manchester City

Manchester City telah merampungkan transfer dari dengan nilai fantastis 62,5 juta pound sterling, setara dengan Rp1,411 triliun. Kedatangan penyerang sayap ini bukan sekadar penambahan skuad, melainkan sinyal kuat akan pergeseran taktik di bawah arahan Pep Guardiola. Semenyo diharapkan memberikan dampak instan di tengah upaya The Cityzens menyeimbangkan penguasaan bola dengan intensitas permainan.

Dalam dua musim terakhir, preferensi rekrutmen Manchester City menunjukkan perubahan signifikan. Guardiola kini semakin terbuka terhadap pemain sayap yang unggul dalam fisik, akselerasi, dan agresivitas menyerang ruang, bukan hanya kehalusan kombinasi umpan pendek. Hal ini menandai arah baru tim yang mulai meninggalkan dominasi kontrol absolut demi fleksibilitas taktik.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Semenyo sebagai Jawaban Atas Kesulitan Menembus Blok Rendah

Salah satu masalah utama Manchester City pada musim 2025/2026 adalah efektivitas mereka saat menghadapi blok rendah lawan. Meskipun mampu mengontrol wilayah dan sirkulasi bola, tim terlalu sering bergantung pada Erling Haaland sebagai penyelesai akhir. Antoine Semenyo hadir menawarkan ancaman vertikal yang lebih langsung dari sisi sayap, berbeda dengan karakteristik winger City sebelumnya yang identik dengan kombinasi umpan pendek.

Semenyo dikenal mampu menyerang ruang dengan dribel lurus dan akselerasi eksplosif. Catatan dari The Athletic menunjukkan, ia melepaskan sekitar 3,1 tembakan per laga sejak 2024/2025, hampir dua kali lipat dari Jeremy Doku dalam periode yang sama. Kemampuan ini krusial saat struktur serangan tim stagnan dan membutuhkan aksi individual untuk memecah kebuntuan.

Keunggulan lain Semenyo terletak pada kepiawaiannya menggunakan kedua kaki secara seimbang. Sejak awal 2024/2025, distribusi tembakan Semenyo hampir merata antara kaki kiri (53 persen) dan kanan (47 persen). Angka ini menjadi yang tertinggi di antara pemain yang melepaskan lebih dari 50 tembakan dengan kedua kaki di lima liga top Eropa, menyulitkan bek lawan memprediksi arah serangan atau sudut tembak.

Jika dibandingkan, Doku dan Savinho mungkin unggul dalam volume dribel dan progresi sisi lapangan, namun kontribusi mereka di kotak penalti masih fluktuatif. Oscar Bobb menawarkan kecerdasan posisi, tetapi belum konsisten dalam keberanian menembak. Semenyo, dengan profilnya, membawa warna baru sebagai

Mureks