Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaknai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mendorong penguatan Kekayaan Intelektual (IP) lokal. Pernyataan ini disampaikan dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1).
Teuku Riefky menegaskan bahwa perayaan ini memiliki makna lebih dari sekadar ritual keagamaan. “Natal dan Tahun Baru bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan membuka ruang bagi ekonomi kreatif agar tumbuh lebih berdaya yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi tim redaksi Mureks pada Selasa (6/1).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Dalam rangka Nataru, Kementerian Ekonomi Kreatif juga aktif melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas pegiat ekonomi kreatif di lima daerah, meliputi Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, dan Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kehadiran negara dalam mendukung kolaborasi antara pegiat ekraf, pemerintah daerah, dan pihak swasta di tengah peningkatan aktivitas ekonomi selama libur panjang.
Rangkaian Natal Nasional 2025 dan Pesan Presiden
Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 pada Senin (5/1) menjadi penutup rangkaian Safari Natal yang telah berlangsung sejak November 2025. Berbagai kegiatan telah mengisi rangkaian Natal Nasional 2025, antara lain:
- Seminar kebangsaan
- Ibadah bersama
- Aksi sosial
- Refleksi Natal
- Peluncuran buku Ekoteologi
- Peluncuran Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen
- Agenda lintas iman yang mengangkat isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan
Presiden Prabowo Subianto, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa Natal merupakan momentum krusial untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah keberagaman bangsa. “Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis, kita saling hormat menghormati saudara-saudara. Inilah Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu tujuan. Marilah kita jaga persatuan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Puncak acara dimeriahkan dengan penampilan musik paduan suara gereja, seni pertunjukan teater natal, serta refleksi Natal, yang semakin memperkuat pesan kebersamaan dan harmoni.






