Lifestyle

Mendalami Pesan Surah At-Tahrim Ayat 6: Panduan Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Dalam ajaran Islam, menjaga diri dan keluarga dari ancaman akhirat menjadi salah satu perintah fundamental. Al-Qur’an secara tegas mengingatkan umatnya akan tanggung jawab ini, salah satunya melalui Surah At-Tahrim ayat 6. Ayat ini menyerukan perlindungan diri dan orang terdekat dari api neraka, sebuah tempat balasan bagi mereka yang ingkar kepada Allah SWT.

Surah At-Tahrim merupakan surah ke-66 dalam mushaf Al-Qur’an, terdiri dari 12 ayat, dan tergolong surah Madaniyah karena diturunkan di Madinah. Pemahaman mendalam terhadap ayat ke-6 ini krusial untuk mengamalkan pesan-pesan ilahi dalam kehidupan sehari-hari.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Bunyi dan Terjemahan Surah At-Tahrim Ayat 6

Berikut adalah lafal Surah At-Tahrim ayat 6 dalam bahasa Arab, transliterasi Latin, beserta terjemahannya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nāraw waqūduhan-nāsu wal-ḥijāratu ‘alaihā malā’ikatun gilāẓun syidādul lā ya’ṣūnallāha mā amarahum wa yaf’alūna mā yu’marūn(a).

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Tafsir Mendalam At-Tahrim Ayat 6

Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama (Kemenag) RI, ayat ini menggarisbawahi perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman untuk melindungi diri dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Perlindungan ini diwujudkan melalui ketaatan dan kepatuhan dalam menjalankan seluruh perintah Allah.

Lebih lanjut, umat Islam juga diamanatkan untuk membimbing anggota keluarganya menuju ketaatan, agar mereka turut terhindar dari siksa neraka. Tafsir Kemenag menegaskan, “Keluarga adalah amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani. Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar.” Pesan ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Taha ayat 132:

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

Wa’mur ahlaka biṣ-ṣalāti waṣṭabir ‘alaihā, lā nas’aluka rizqā(n), naḥnu narzuquk(a), wal-‘āqibatu lit-taqwā.

Artinya: “Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”

Sementara itu, dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Surah At-Tahrim ayat 6 ditekankan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga dan memelihara keimanan. Dengan keimanan yang kokoh, seseorang diharapkan mampu melindungi diri dan keluarganya dari api neraka. Buya Hamka mengumpamakan manusia yang durhaka kepada Allah SWT sebagai batu-batu berserakan yang akan menjadi bahan bakar neraka.

Mureks merangkum, tafsir ini juga menyoroti peran malaikat penjaga neraka yang diberi kekuasaan oleh Allah SWT untuk memastikan api neraka terus menyala. Para malaikat ini digambarkan memiliki sikap keras dan tegas, mencerminkan suasana neraka sebagai tempat hukuman. “Ujung ayat menunjukkan bagaimana keras disiplin dan peraturan yang dijalankan dan dijaga oleh malaikat-malaikat itu. Tampaklah bahwa mereka semuanya hanya semata-mata menjalankan perintah Allah dengan patuh dan setia, tidak membantah dan tidak mengubah sedikit pun,” tulis Buya Hamka.

Tanggung Jawab Mendidik Keluarga dalam Islam

Mendidik keluarga agar taat kepada Allah SWT adalah amanah besar bagi setiap muslim. Dalam buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Aliyah Kelas XI oleh Aminudin dan Harjan Syuhada, dijelaskan bahwa tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat telah disampaikan Allah SWT melalui beberapa firman-Nya, termasuk Surah At-Tahrim ayat 6.

Melalui ayat ini, orang-orang beriman diperintahkan untuk membimbing dan mendidik keluarganya dengan baik, demi keselamatan mereka dari siksa api neraka. Peringatan serupa juga termaktub dalam Surah At-Tagabun ayat 14-15, yang mengingatkan akan potensi cobaan dari keluarga dan harta:

  • Surah At-Tagabun Ayat 14
  • يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum ‘aduwwal lakum faḥżarūhum, wa in ta’fū wa taṣfaḥū wa tagfirū fa innallāha gafūrur raḥīm(un).

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  • Surah At-Tagabun Ayat 15
  • اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

    Innamā amwālukum wa aulādukum fitnah(tun), wallāhu ‘indahū ajrun ‘aẓīm(un).

    Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.”

Dengan memahami dan mengamalkan pesan-pesan dari Surah At-Tahrim ayat 6 serta ayat-ayat pendukung lainnya, umat Islam diharapkan dapat membangun keluarga yang takwa dan selamat dari siksa api neraka.

Mureks