Film animasi romantis 5 Centimeters per Second (2007) karya sutradara Makoto Shinkai telah lama dikenal sebagai salah satu mahakarya yang menyentuh hati. Dengan durasi 63 menit dan rating TV-PG, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan emosional Takaki Tōno, seorang anak laki-laki yang berjuang menghadapi kenangan cinta pertamanya dan bagaimana jarak serta waktu perlahan mengubah segalanya.
Film ini terbagi menjadi tiga episode yang menggambarkan rentang waktu dari awal 1990-an hingga tahun 2008, menghadirkan narasi yang mendalam tentang kerinduan, perpisahan, dan penerimaan.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Episode Pertama: Cherry Blossom (1991)
Kisah dimulai pada tahun 1991, di mana Takaki dan Akari Shinohara bertemu di sekolah dasar di Tokyo. Keduanya cepat akrab, menemukan kesamaan minat dalam membaca buku dan kebiasaan menghindari aktivitas luar ruangan karena alergi musiman. Kedekatan mereka begitu istimewa, bahkan hingga saling memanggil nama tanpa embel-embel kehormatan, sebuah tanda keintiman yang mendalam dalam budaya Jepang.
Namun, setelah lulus sekolah dasar, Akari harus pindah ke Tochigi mengikuti orang tuanya. Hubungan mereka berusaha dipertahankan melalui surat-menyurat, meskipun jarak mulai menciptakan celah dalam komunikasi. Ketika Takaki mengetahui keluarganya akan pindah ke Kagoshima, ia memutuskan untuk menemui Akari untuk terakhir kalinya. Perjalanan yang penuh badai salju mengantar mereka pada pertemuan emosional, ciuman pertama, dan kesadaran pahit bahwa kebersamaan mereka tidak akan berlanjut seperti dulu.
Episode Kedua: Cosmonaut (1999)
Delapan tahun kemudian, pada tahun 1999, cerita berlanjut dengan Takaki yang kini menjadi siswa SMA di Tanegashima, lokasi pusat antariksa Jepang. Di sana, ia bertemu Kanae Sumida, teman sekelas yang diam-diam telah mencintainya sejak lama. Kanae berulang kali mencoba mendekat, selalu menunggu kesempatan untuk pulang bersama, namun Takaki tampak tenggelam dalam dunianya sendiri.
Ia sering terlihat menulis email yang tak pernah dikirim dan menatap jauh ke angkasa, seolah mencari sesuatu yang tak terjangkau. Kenangan Akari terus menghantui mimpinya. Mureks mencatat bahwa penggambaran emosi Takaki yang terisolasi dalam episode ini sangat kuat, menunjukkan dampak jangka panjang dari perpisahan. Saat momen peluncuran roket antariksa, Kanae hampir menyatakan perasaannya, namun ia menyadari bahwa hati Takaki telah tertambat pada sesuatu yang tidak bisa ia gantikan. Ia memilih untuk diam dan menerima cintanya yang tak terbalas.
Episode Ketiga: 5 Centimeters per Second (2008)
Pada tahun 2008, Takaki bekerja sebagai seorang programmer di Tokyo. Sementara itu, Akari bersiap untuk menikah dengan pria lain. Takaki masih terjebak dalam kerinduan pada masa lalu, kondisi yang bahkan menyebabkan hubungannya saat ini kandas dan pekerjaannya ditinggalkan. Di sisi lain, Akari menemukan surat lama yang dulu tak pernah ia berikan kepada Takaki.
Keduanya mengenang mimpi yang sama tentang pertemuan terakhir di bawah salju dan janji untuk melihat bunga sakura bersama. Di sebuah perlintasan kereta api, Takaki dan Akari berpapasan dan saling mengenali. Namun, kereta yang melintas memisahkan pandangan mereka. Saat kereta berlalu, Akari telah menghilang. Menurut Mureks, adegan terakhir ini menjadi puncak naratif yang melambangkan keindahan sekaligus kepedihan dari sebuah perpisahan yang tak terhindarkan. Takaki tersenyum kecil dan melangkah maju, sementara kelopak sakura berterbangan, menandai penerimaan atas masa lalu dan awal dari babak baru dalam hidupnya.
Film ini, dengan rating rata-rata 8.1/10, tidak hanya memukau secara visual tetapi juga berhasil menyampaikan kedalaman emosi manusia dalam menghadapi cinta, jarak, dan waktu.






