Hiburan

Mantan Direktur Assassin’s Creed: “Masa Depan di Tim Lebih Kecil,” Kritik Strategi Studio AAA

Mantan direktur kreatif seri Assassin’s Creed, Alexandre Amancio, melontarkan kritik tajam terhadap strategi pengembangan game di studio-studio AAA. Amancio, yang pernah memimpin proyek Revelations dan Unity, berpandangan bahwa studio-studio besar “keliru” dengan pendekatan “melempar orang” untuk menyelesaikan masalah, sebuah metode yang menurutnya tidak berkelanjutan.

Menurut Amancio, masa depan pengembangan game justru terletak pada tim yang lebih kecil dan gesit. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya anggaran produksi game AAA yang kini mencapai angka fantastis. Sebagai contoh, Grand Theft Auto 6 dikabarkan telah menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS dalam pengembangannya hingga saat ini. Ekspektasi penjualan pun melambung tinggi seiring dengan biaya yang membengkak, seringkali menempatkan beban berat pada pengembang ketika game gagal mencapai target ambisius tersebut.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Strategi “Lempar Orang” Dinilai Tidak Tepat

Ketika ditanya apakah pengembangan game benar-benar membutuhkan jumlah staf yang sangat besar seperti yang sering terlihat di studio AAA, Amancio dengan tegas menjawab, “Saya rasa tidak. Dan saya rasa itu tidak berkelanjutan.” Ia kemudian menjelaskan lebih lanjut apa yang terjadi di balik layar.

“Sesuatu yang banyak studio AAA keliru lakukan, atau setidaknya di masa lalu, adalah berpikir bahwa Anda dapat menyelesaikan masalah dengan mengerahkan banyak orang,” jelas Amancio. “Tetapi menambahkan orang ke suatu masalah justru membuat orang-orang yang sudah efisien menjadi stagnan. Itu hanya menciptakan banyak ‘kebisingan’ variabel.”

Mureks mencatat bahwa pandangan Amancio ini sejalan dengan tren di beberapa studio yang mulai mengadopsi model pengembangan lebih ramping. Salah satu contohnya adalah Sandfall Interactive, pengembang Clair Obscur: Expedition 33, yang mengandalkan tim inti kecil yang dilengkapi dengan pekerjaan alih daya (outsourcing) ke berbagai studio dan pengembang lain.

Masa Depan Pengembangan Game: Tim Inti Kecil dan Kolaborasi

Amancio percaya bahwa solusi untuk tantangan ini adalah tim inti yang lebih kecil yang didukung oleh pekerjaan alih daya ke tim atau studio lain. “Saya pikir masa depan terletak pada tim yang lebih kecil,” kata Amancio. “Saya pikir ada hal-hal yang bisa kita pelajari dari industri lain… di mana Anda memiliki tim inti yang dilengkapi dengan outsourcing atau dengan co-dev untuk kebutuhan spesifik. Anda mendapatkan kru yang tepat untuk proyek yang tepat pada waktu yang tepat.”

Pendekatan ini, menurutnya, memungkinkan fleksibilitas dan efisiensi yang lebih besar, menghindari jebakan penambahan staf yang tidak perlu yang justru menghambat produktivitas. Kritik Amancio ini menyoroti perdebatan yang lebih luas dalam industri game mengenai keberlanjutan model bisnis studio AAA saat ini.

Mureks