Film “Man Suang” mengajak penonton menyelami gemerlap sekaligus kelamnya Bangkok pada akhir masa pemerintahan Raja Rama III, era Rattanakosin. Dengan durasi 128 menit, film ini menyajikan sebuah drama sejarah penuh misteri yang berpusat pada sebuah tempat hiburan termegah, Man Suang, yang ternyata menyimpan intrik politik dan rahasia kekuasaan.
Kisah bermula dari Khem, seorang pemuda rakyat jelata dari pedesaan Thailand yang diperankan oleh Apo Nattawin Wattanagitiphat. Ia memasuki Man Suang sebagai penari khon, bukan sekadar untuk menghibur, melainkan dengan sebuah misi rahasia yang mempertaruhkan segalanya. Khem tidak sendirian; ia ditemani sahabatnya, Wan (Bas Asavapatr Ponpiboon), serta Chatra (Mile Phakphum Romsaithong), seorang penabuh taphon berbakat yang juga menyimpan identitas tersembunyi.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Man Suang sendiri bukanlah tempat hiburan biasa. Di balik tirai kemewahan dan pertunjukan seni yang memikat tamu dari berbagai negara, tempat ini berfungsi sebagai arena pertemuan rahasia para tokoh berpengaruh. Menurut Mureks, Man Suang dikenal sebagai lokasi strategis untuk merencanakan dan menyelesaikan berbagai kepentingan politik yang krusial, bahkan menentukan arah kekuasaan kerajaan.
Khem dan Wan, dua pemuda dari kota Paet Riw, mengemban tugas berat untuk menyelidiki petunjuk tersembunyi di dalam bangunan megah tersebut. Misi mereka bukan tanpa risiko; setiap langkah yang diambil bisa mengancam nyawa dan masa depan mereka. Khem sendiri memasuki Man Suang dengan harapan sederhana namun berat, yaitu memperbaiki nasib dan kedudukannya di masyarakat, di mana menjadi penari khon memberinya akses ke ruang-ruang yang tidak bisa dimasuki orang biasa.
Sementara Wan setia mendampingi sahabatnya, menyadari betul bahaya yang mengintai, mereka kemudian bertemu Chatra. Penabuh taphon yang terlihat tenang dan bersahaja ini ternyata memiliki agenda tersendiri yang perlahan mulai terungkap. Pertemuan ketiga pria ini menjadi titik balik cerita. Mereka bergabung dalam satu rombongan pertunjukan dan mulai menelusuri rahasia Man Suang dari balik panggung. Setiap pertunjukan seni, alunan musik, dan tarian tradisional diyakini menyimpan kode serta pesan tersembunyi. Seiring waktu, hubungan mereka berkembang dari sekadar rekan misi menjadi ikatan yang dibangun atas kepercayaan, meskipun dibayangi keraguan dan rahasia pribadi masing-masing.
Ketegangan dalam cerita meningkat ketika rahasia kelam Man Suang mulai terkuak. Tempat yang selama ini memancarkan kebahagiaan justru menyimpan konflik kekuasaan, pengkhianatan, dan luka batin yang belum sembuh. Di tengah intrik politik dan tekanan sosial yang mendera, Khem, Wan, dan Chatra harus menghadapi simpul-simpul dalam hati mereka masing-masing. Pilihan yang mereka ambil tidak hanya menentukan keberhasilan misi, tetapi juga arah hidup yang akan mereka jalani setelah semua kebenaran terungkap.
Detail Produksi dan Pemeran
Film “Man Suang” disutradarai oleh Ning Bhanbhassa Dhubtien, Chartchai Ketnust, dan Pond Krisda Witthayakhajorndet. Naskahnya ditulis oleh Ning Bhanbhassa Dhubtien, Pond Krisda Witthayakhajorndet, Parida Manomaiphibul, dan Panuwat Denice Inthawat, dengan Be on Cloud sebagai studio produksi. Film ini mendapatkan rating TV-14 dan memiliki rating 7.3/10 di beberapa platform.
Daftar Pemeran Utama:
- Apo Nattawin Wattanagitiphat sebagai Khem
- Mile Phakphum Romsaithong sebagai Chatra
- Bas Asavapatr Ponpiboon sebagai Wan
- Tong Thanayut Thakoonauttaya sebagai Hong
- Orn Anong Panyawong sebagai Phikun
- Nonthakorn Chalermnai sebagai Tubtim
- Sonny Chatwiriyachai sebagai Suthin
- Borirak Chartchai Ketnust sebagai Cheng
- Gandhi Wasuvitchayagit sebagai Wichiendej
- Pradit Prasartthong sebagai Bodisorn






