LAS VEGAS, Mureks – Lifx, salah satu merek pencahayaan pintar terkemuka, mengumumkan serangkaian produk inovatif di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perusahaan ini memperkenalkan cermin pintar berkemampuan Matter, sakelar peredup dalam dinding pertama untuk pasar AS, serta lini bohlam dan strip lampu dengan harga lebih terjangkau, mulai sekitar Rp 186 ribu.
Pengumuman ini juga mencakup rencana Lifx untuk memperbarui seluruh perangkat generasi saat ini agar mendukung Matter-over-Thread, selain Wi-Fi, melalui pembaruan over-the-air (OTA) yang akan dirilis akhir tahun ini.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Cermin Pintar Lifx SuperColor: Fitur Canggih untuk Kebutuhan Modern
Cermin pintar Lifx SuperColor menjadi sorotan utama dengan fitur pencahayaan depan dan belakang. Cermin ini dilengkapi mode “Makeup Check” dan “Anti-Fog” yang praktis. Tiga tombol yang dapat dikonfigurasi memungkinkan pengguna mengontrol perangkat rumah pintar lainnya langsung dari cermin.
Dengan dukungan Matter, cermin ini dapat terhubung dengan berbagai platform rumah pintar seperti Apple Home, Amazon Alexa, dan Google Home. Cermin berukuran 36×22 inci ini dapat dipasang secara horizontal atau vertikal, mendukung instalasi hardwiring atau plug-in, serta menawarkan pencahayaan depan dan belakang yang dapat dikontrol secara individual dengan efek warna penuh, mirip dengan lampu Lunar dan lampu plafon Lifx. Harga cermin ini belum diumumkan, namun Lifx menyatakan akan meluncurkannya pada kuartal kedua 2026.
Sakelar Peredup Lifx Smart Dimmer: Kontrol Fleksibel untuk Pencahayaan Pintar
Lifx juga akan meluncurkan Sakelar Peredup Pintar Lifx seharga Rp 465 ribu pada kuartal kedua 2026. Sakelar bergaya paddle ini merupakan perangkat dalam dinding dengan empat tombol yang dapat disesuaikan dan bilah lampu gradien, serta dukungan Matter.
Setiap tombol dapat dikonfigurasi dengan gestur tekan tunggal, ganda, atau tekan lama untuk memicu lampu Lifx lainnya atau adegan rumah pintar melalui platform Matter yang kompatibel. Sakelar ini tidak hanya dapat mengontrol bohlam LED, pijar, dan halogen standar, tetapi juga bohlam pintar yang dapat diredupkan dan kompatibel dengan Matter. Ini berarti pengguna tidak perlu memilih antara sakelar pintar dan pencahayaan warna pintar yang dapat diredupkan. Sakelar ini memerlukan kabel netral dan kompatibel dengan pengaturan tiga arah.
Lini Produk “Everyday”: Kualitas Lifx dengan Harga Lebih Terjangkau
Sejalan dengan strategi pesaing utamanya, Philips Hue, Lifx memperkenalkan lini produk “Everyday” yang lebih terjangkau. Lini ini melengkapi lini premium “SuperColor” dan tetap mempertahankan akurasi warna 90 CRI khas Lifx, namun dengan output RGB yang lebih rendah dibandingkan penawaran premium, menurut Mark Hollands, Chief Technology Officer Lifx.
Produk pertama dalam lini ini adalah Bohlam Everyday (A19), bohlam berwarna penuh 800 lumen dengan rentang putih yang dapat disesuaikan (2.700 hingga 6.500 Kelvin). Bohlam ini sudah tersedia di Amazon dan Lifx.com dengan harga Rp 372 ribu untuk paket dua buah. Selain itu, strip lampu Everyday sepanjang 20 kaki dengan 24 zona yang dapat dialamatkan akan hadir bulan ini seharga Rp 620 ribu. Pengontrol strip ini juga mencakup pengontrol empat tombol yang dapat dikonfigurasi untuk memicu adegan pada platform yang kompatibel dengan Matter.
Dari Wi-Fi ke Thread: Fleksibilitas Konektivitas untuk Pengguna
Semua produk baru dan lini Lifx saat ini mendukung Matter-over-Wi-Fi. Namun, Mureks mencatat bahwa pembaruan OTA yang akan datang akhir tahun ini akan memungkinkan opsi untuk beralih ke Thread, berkat chip dual-protokol yang digunakan.
Thread adalah salah satu protokol jaringan yang digunakan Matter. Mengenai pilihan konektivitas, Mark Hollands, Chief Technology Officer Lifx, menjelaskan, “Wi-Fi is the lowest common denominator for connectivity, and while Thread has made progress in standardization and reliability, it’s still building momentum.”
Hollands menambahkan bahwa penawaran kedua protokol ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan membeli dan mengatur perangkat, sambil memberi mereka pilihan untuk beralih ke Thread di kemudian hari jika mereka membutuhkan jangkauan mesh yang lebih luas atau ingin mengurangi kemacetan pada jaringan Wi-Fi mereka.






