Pelatih baru Chelsea, Liam Rosenior, menegaskan dirinya bukan sosok arogan, meskipun pernyataan perdananya dalam konferensi pers mengingatkan publik pada gaya ikonik Jose Mourinho. Rosenior resmi mengambil alih kemudi The Blues menjelang laga putaran ketiga Piala FA melawan Charlton Athletic pada Minggu, 11 Januari 2026 dini hari WIB.
Rosenior, yang berusia 41 tahun, ditunjuk sebagai pelatih Chelsea awal pekan ini, menggantikan Enzo Maresca yang meninggalkan Stamford Bridge pada Hari Tahun Baru. Ia mewarisi tim dalam periode sulit, dengan hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga terakhir di Premier League.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Sebelum resmi bertugas, pelatih kelahiran Wandsworth itu menyaksikan langsung kekalahan 2-1 Chelsea dari Fulham di Craven Cottage pada pertengahan pekan. Saat itu, Calum McFarlane masih menjabat sebagai pelatih interim. Dalam laga tersebut, The Blues harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama setelah Marc Cucurella diganjar kartu merah, yang menjadi kartu merah kelima klub di Premier League musim ini.
Fulham berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada menit ke-55 melalui gol Raul Jimenez. Meskipun Liam Delap sempat menyamakan kedudukan, Harry Wilson memastikan kemenangan bagi tim asuhan Marco Silva. Hasil itu memperpanjang tren tanpa kemenangan Chelsea menjadi lima laga liga. Catatan Mureks menunjukkan, The Blues kini berada di posisi kedelapan klasemen Premier League, terpaut tiga poin dari zona empat besar.
Dalam konferensi pers perdananya setelah hijrah dari Strasbourg, Rosenior menyampaikan rasa bangganya. “Saya sangat bangga menjadi pelatih muda asal Inggris di salah satu klub terbesar di dunia,” kata Rosenior. Ia menambahkan, “Saya telah membuat banyak pengorbanan, termasuk jauh dari keluarga. Saya tidak arogan, tapi saya tahu saya bagus dalam pekerjaan saya.”
Rosenior juga mengaku terkesan dengan kualitas para pemain Chelsea setelah memimpin sesi latihan perdananya. “Saya bekerja dengan pemain-pemain luar biasa dan sangat bertalenta. Dua hari pertama ini terasa sangat menyenangkan, saya sudah merasa seperti di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, usia muda skuad The Blues adalah kekuatan, namun potensi saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan. “Potensi harus diubah menjadi kenyataan. Kami tidak bisa hanya menjadi tim yang berpotensi kelas dunia, kami harus menjadi tim kelas dunia,” tegasnya.
Pelatih anyar Chelsea itu turut memberikan pujian khusus kepada kapten Reece James, yang dinilainya masih memiliki ruang besar untuk berkembang. “Dampaknya terhadap tim semakin besar setiap hari. Saya yakin Reece masih bisa melampaui level permainannya saat ini,” kata Rosenior.
Liam Rosenior menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi terhadap skuadnya. “Semua pemain menginginkan kesuksesan. Mereka jujur, bekerja keras, dan saya tidak sabar mengenal mereka lebih jauh,” pungkasnya.






