Hiburan

Lewat ‘Mens Rea’, Pandji Pragiwaksono Tegas Suarakan Kritik Politik dan Edukasi Demokrasi

Pandji Pragiwaksono kembali mencuri perhatian publik dengan merilis lagu hiphop berjudul “Mens Rea” pada tahun 2024. Lagu ini tak hanya menjadi pengiring untuk special show stand-up comedy-nya yang tayang di Netflix pada 27 Desember 2025, tetapi juga menjadi wadah kritik tajam terhadap dinamika politik Indonesia.

Kritik Politik dalam Balutan Hiphop

Dalam lirik “Mens Rea”, Pandji secara blak-blakan menyoroti berbagai isu krusial dalam kancah perpolitikan Tanah Air. Ia mengkritik praktik politik transaksional, dinasti kekuasaan, hingga elite yang dinilai lebih mementingkan modal dan citra ketimbang kepentingan rakyat. Frasa seperti “Mentalku New York tapi mulutku Tanjung Priok” dan “Dinasti curang miliki milisi selebriti comblang” menjadi gambaran gaya kritik yang lugas dan tanpa tedeng aling-aling.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Lirik lagu ini juga secara eksplisit menyebutkan beberapa nama dan fenomena politik yang akrab di telinga masyarakat, mulai dari “ucapan Jokowi”, “pantang menyerah bak Prabowo”, hingga “nyinyir bak Megawati”. Pandji juga menyentil isu-isu seperti BUMN, PSSI, dan bahkan menyinggung “Presidennya gemoy Pemerintahnya Goyang” yang menjadi jargon populer.

“Mens Rea”: Niat Jahat atau Edukasi Politik?

Istilah “Mens Rea” sendiri berasal dari ranah hukum yang berarti “niat jahat”. Namun, melalui karya ini, Pandji ingin menegaskan bahwa tidak ada niat buruk di balik materinya, meskipun ia membahas isu-isu politik yang sensitif. Catatan Mureks menunjukkan, lagu ini bertujuan lebih dari sekadar kritik.

Pandji Pragiwaksono menjelaskan visinya pada Rabu, 16 April 2025, bahwa, “(Mens Rea) ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Pinginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu harusnya lebih pintar dan mawas diri.” Pernyataan ini menggarisbawahi upaya Pandji untuk menggunakan platform seninya sebagai sarana pencerahan politik bagi masyarakat.

Pesan Persatuan dan Kesuksesan

Di tengah kritik yang disampaikannya, lagu “Mens Rea” juga mengusung pesan kuat tentang persatuan rakyat. Pengulangan kalimat “Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan” menjadi chorus yang menggema, menyiratkan harapan akan kekuatan kolektif masyarakat dalam menghadapi tantangan politik.

Lagu berdurasi 2 menit 38 detik ini terbukti sukses menarik perhatian pendengar. Menurut pantauan Mureks, “Mens Rea” berhasil menduduki posisi pertama sebagai lagu yang paling banyak diputar dari Pandji Pragiwaksono di platform Spotify. Kesuksesan ini menunjukkan resonansi pesan dan gaya Pandji di kalangan penikmat musik dan komedi.

Selain dirilis sebagai lagu, “Mens Rea” juga merupakan judul dari tur stand-up comedy spesial Pandji yang berlangsung dari April hingga Agustus 2025, sebelum akhirnya tayang secara global di Netflix. Ini menegaskan bagaimana Pandji memanfaatkan berbagai medium untuk menyebarkan pesan dan kritiknya.

Mureks