Teknologi

Lenovo dan Motorola Perkenalkan Qira, Asisten AI On-Device Lintas Perangkat

Lenovo dan Motorola resmi mengumumkan kehadiran Qira, sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) lintas perangkat yang dirancang untuk terintegrasi secara mendalam pada sistem komputer Lenovo dan ponsel pintar Motorola. Asisten AI ini dijadwalkan akan meluncur pada akhir kuartal pertama tahun ini.

Qira diklaim akan selalu hadir di tingkat sistem perangkat, menghilangkan kebutuhan pengguna untuk membuka atau beralih aplikasi. “Ini selalu hadir,” ujar perwakilan Lenovo, menekankan kemudahan akses tanpa intervensi manual.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Fitur Unggulan dan Jaminan Privasi Qira

Meskipun dapat diabaikan jika tidak dibutuhkan, Lenovo menyatakan bahwa Qira akan sesekali memberikan saran proaktif. Bagi pengguna yang sering berinteraksi, sistem pembelajaran mesin Qira akan mengembangkan “model hidup” dari dunia pengguna, “memahami konteks, kontinuitas, dan pola pribadi seiring waktu.”

Secara praktis, Qira menawarkan berbagai fitur produktivitas yang kini umum di asisten AI lainnya. Fitur-fitur tersebut meliputi kemampuan menulis email, mentranskripsi dan menerjemahkan rapat, serta menyediakan ringkasan informasi yang mungkin terlewat oleh pengguna.

Dari segi privasi, Lenovo menjelaskan bahwa Qira menggunakan arsitektur hibrida yang “memprioritaskan” pemrosesan di perangkat. Perusahaan juga menjamin bahwa Qira tidak akan mengumpulkan data pelanggan tanpa izin pengguna. “Setiap aspek pengalaman Lenovo Qira dirancang agar aman, etis, dan akuntabel,” tegas Lenovo.

Tantangan dan Persaingan di Pasar Asisten AI

Namun, tim redaksi Mureks mencatat bahwa masih ada pertanyaan mengenai bagaimana Qira akan berinteraksi dengan asisten AI lain seperti Copilot dan Gemini yang sudah ada di PC dan ponsel pintar Lenovo. Selain itu, potensi penambahan beban pemrosesan pada perangkat juga menjadi perhatian yang belum dijawab oleh perusahaan.

Di atas kertas, pengembangan asisten AI khusus untuk perangkat perusahaan mungkin dianggap sebagai langkah strategis yang baik oleh para eksekutif Lenovo. Akan tetapi, muncul keraguan apakah ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna Lenovo, mengingat banyak yang bahkan belum sepenuhnya memanfaatkan Copilot.

Mureks juga menyoroti data yang menunjukkan bahwa penggunaan Copilot dilaporkan stagnan di sekitar 20 juta pengguna mingguan pada tahun 2024. Sebagai perbandingan, dalam periode yang sama, ChatGPT telah tumbuh menjadi 400 juta pengguna mingguan, dan pada akhir tahun 2025, jumlah pengguna chatbot OpenAI tersebut mencapai 800 juta orang setiap minggunya.

Mureks