Teknologi

Layar Tersembunyi di Charger iPhone Anker: Inovasi atau Sekadar ‘Tech Slop’?

Anker, produsen aksesori teknologi terkemuka, kembali mencuri perhatian di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan memperkenalkan inovasi terbarunya: Anker Nano Charger. Perangkat pengisi daya ini dilengkapi layar terintegrasi, sebuah fitur yang langsung memicu perdebatan di kalangan pengguna dan pengamat teknologi.

Charger mungil yang dijuluki Anker Nano Charger ini memiliki layar kecil di sisinya yang mampu menampilkan lebih dari 20 antarmuka. Informasi yang disajikan meliputi besaran daya pengisian yang sedang digunakan dan persentase baterai perangkat yang terhubung. Selain itu, terdapat tombol pada charger untuk beralih antara mode pengisian standar dan Mode Perawatan Bersertifikasi TÜV yang diklaim dapat mengurangi suhu baterai. Layar juga akan menunjukkan mode yang sedang aktif.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Spesifikasi dan Kompatibilitas

Anker Nano Charger adalah pengisi daya 45W yang dirancang khusus untuk iPhone dan iPad Pro. Perangkat ini mampu mengidentifikasi model-model terbaru saat dicolokkan. Kemampuan layar untuk menampilkan fitur-fitur tertentu kemungkinan besar memerlukan pengenalan perangkat yang kompatibel, sehingga fungsinya mungkin berkurang jika digunakan dengan gadget lain.

Mureks mencatat bahwa di luar fitur layar, charger ini tetap mempertahankan desain yang ringkas. Bagian colokannya dapat diatur dalam dua posisi berbeda, memastikan kenyamanan penggunaan di hampir semua jenis stopkontak. Anker Nano Charger dibanderol seharga $39.99 (sekitar Rp 620.000), harga yang kompetitif dibandingkan charger 40W tanpa layar dari Apple.

Reaksi Publik yang Terpecah Belah

Pertanyaan utama yang muncul adalah: apakah layar pada charger benar-benar diperlukan? Berdasarkan pantauan tim redaksi Mureks terhadap reaksi di platform Reddit, opini publik terpecah belah. Seorang komentator mempertanyakan, “Why do small chargers need screens? My laptop and iPhone already tells me if it charges fast or slow” (Mengapa charger kecil butuh layar? Laptop dan iPhone saya sudah memberi tahu apakah mengisi daya cepat atau lambat).

Komentar lain bahkan lebih pedas, menggambarkan inovasi ini sebagai “tech slop” (sampah teknologi). Namun, tidak semua reaksi negatif. Ada yang berpendapat bahwa charger ini “looks cool” (terlihat keren). Pengguna lain menyoroti kasus penggunaan spesifik, seperti saat berada di kapal, di mana informasi daya yang ditarik dari charger sangat membantu dalam mengelola konsumsi daya secara efektif.

Strategi Anker di Tengah Persaingan

Terlepas dari kegunaannya, sebagian besar orang mungkin sudah memiliki charger yang berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, keputusan untuk membeli charger baru hanya karena tambahan layar menjadi pertimbangan tersendiri. Bagi mayoritas, jawabannya mungkin tidak. Namun, menurut Mureks, fitur ini menjadi poin diferensiasi penting di pasar produk yang seringkali sulit untuk menonjol.

Bagi yang tertarik, Anker Nano Charger akan tersedia untuk dibeli di Amerika Serikat mulai 20 Januari 2026. Pelanggan dapat mendaftar sekarang untuk mendapatkan diskon 25% sebagai penawaran awal. Ketersediaan di negara lain masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Mureks