Olahraga

Komdis PSSI Jatim Jadwalkan Sidang Insiden Tendangan Kungfu Liga 4 Pekan Depan

Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur telah mengambil alih penanganan insiden tendangan kungfu yang melibatkan pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Insiden tersebut terjadi saat laga Liga 4 Jawa Timur melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Bangkalan pada Senin (5/1). Sidang Komdis untuk kasus ini dijadwalkan akan berlangsung pada pekan depan.

Ketua Komdis PSSI Jawa Timur, Makin Rahmat, menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Berdasarkan pantauan Mureks dari video yang beredar serta laporan langsung perangkat pertandingan, Hilmi terlihat melakukan penghadangan bola dengan kaki kanan yang mengenai bagian dada Firman, pemain Perseta 1970 Tulungagung.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Makin Rahmat menegaskan, “Itu terlihat di menit 72 saat skor 0-4, kemenangan sementara oleh Perseta, jika dilihat di video persepsi saya memang terlihat pelanggaran berat.” Pernyataan tersebut disampaikan Makin seperti dilansir Antara pada Selasa (6/1).

Makin menambahkan, kasus ini langsung ditangani Komdis dan dijadwalkan menjalani sidang pada Selasa (11/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang tersebut bertujuan untuk menentukan bentuk dan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh Hilmi.

Menurut Makin, insiden ini berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat. Hal ini diatur dalam Pasal 48 Kode Disiplin PSSI, yang mengancam hukuman paling berat berupa larangan bermain seumur hidup. Namun, keputusan akhir mengenai sanksi baru akan ditentukan setelah seluruh proses sidang dan pemeriksaan oleh Komdis selesai.

Ia berharap, “Semua akan diputuskan dalam sidang komdis hari ini, semoga bisa secepatnya untuk keluar hasilnya.”

Sementara itu, kondisi pemain Perseta 1970 Tulungagung yang menjadi korban tendangan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit pascakejadian. Makin menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah pemain akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau tetap dirawat di Bangkalan, mengingat lokasi pertandingan berada di Stadion Bangkalan.

Komdis PSSI Jawa Timur memastikan bahwa hasil sidang akan segera diumumkan kepada publik setelah seluruh proses persidangan selesai dilakukan.

Makin juga mengapresiasi kesigapan panitia pelaksana dalam memberikan pertolongan pertama kepada pemain Perseta. “Saya juga mengapresiasi panitia pelaksana yang sigap langsung memberi pertolongan pertama kepada pemain Perseta, karena kami juga tidak ingin ada pemain yang meninggal saat bertanding lagi seperti Choirul Huda,” pungkasnya.

Mureks