Film dokumenter berjudul Queen of Chess siap membawa penonton menyelami kisah nyata luar biasa dari Judit Polgar, seorang pecatur jenius asal Hungaria. Sejak usia dini, Polgar telah berani menantang batasan dan stigma di dunia catur yang didominasi laki-laki. Dokumenter ini dijadwalkan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026 dan akan tersedia di Netflix pada tahun yang sama.
Berlatar tahun 1989, saat Judit baru berusia 12 tahun, ia memulai sebuah misi yang dianggap mustahil: menjadi pecatur terbaik di generasinya. Anggapan kuat pada masa itu menyatakan bahwa perempuan, apalagi anak perempuan, tidak akan pernah bisa unggul dalam catur. Namun, Judit memiliki ambisi besar, bahkan membidik langsung Garry Kasparov, pecatur nomor satu dunia yang banyak dianggap sebagai yang terhebat sepanjang masa.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Perjalanan Judit Polgar selama 13 tahun dipenuhi dengan kemenangan-kemenangan menegangkan, menghadapi lawan-lawan yang meremehkan kemampuannya, duel dramatis di papan catur, hingga terjalinnya persahabatan tak terduga. Semua elemen ini menjadi bagian integral dari perjuangannya untuk menembus dominasi laki-laki di kancah catur dunia.
Dokumenter ini disutradarai oleh Rory Kennedy, seorang sutradara nominasi Oscar dan peraih Emmy. Melalui wawancara mendalam bersama Judit Polgar yang kini berusia 40-an, keluarganya, Garry Kasparov, dan para pecatur top dunia, film ini secara khusus menyoroti eksperimen unik keluarga Polgar dalam membesarkan anak-anak jenius.
Mureks mencatat bahwa hasil dari eksperimen tersebut sangat luar biasa. Di usia 12 tahun, Judit Polgar berhasil menjadi pemain catur perempuan nomor satu dunia. Tidak hanya itu, pada usia 15 tahun, ia memecahkan rekor Bobby Fischer sebagai grandmaster termuda sepanjang sejarah, sebuah pencapaian yang mengukuhkan namanya di jajaran legenda catur.
Lebih dari sekadar kisah prestasi, Queen of Chess juga menyentuh perjalanan hidup Judit saat ia tumbuh dewasa, merasakan jatuh cinta, dan mulai mendefinisikan ulang makna kesuksesan dalam hidupnya. Film ini menjadi pengingat kuat bahwa perubahan besar dan signifikan dapat dimulai dari satu individu yang berani melawan stigma dan menantang status quo.






