JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merespons bencana banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. Bencana ini melanda permukiman warga di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kampung Peling Sawang dan Kampung Paseng, Kecamatan Siau Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen lembaganya dalam penanganan bencana. “Kementerian PU berkomitmen untuk menangani dampak banjir bandang ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi prioritas utama kami,” ujar Menteri Dody.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui balai-balai teknis terkait telah mengerahkan personel dan menyiagakan dua unit alat berat di lokasi kejadian. Alat-alat ini difokuskan untuk mendukung evakuasi, pencarian korban, dan pembersihan material sisa banjir. Selain itu, tiga unit ekskavator dari Kota Manado juga telah disiapkan untuk segera dimobilisasi ke wilayah terdampak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I Manado, Sugeng Harianto, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan petugas lapangan di wilayah kepulauan. “Saat ini kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Malam ini tim baru mendapatkan kapal untuk menuju Pulau Siau, dan rencananya akan segera kami kirimkan tambahan alat berat guna membantu penanganan di lokasi. Saat ini, sudah ada juga alat berat di lapangan,” kata Sugeng, seperti pantauan Mureks.
Kondisi geografis kepulauan menjadi tantangan utama dalam mobilisasi peralatan dan personel. Meski demikian, koordinasi lintas sektor terus diperkuat antara Kementerian PU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pembukaan akses ke titik-titik terdampak serta mendukung proses evakuasi dan pencarian korban.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga memulai identifikasi awal kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang. Ini mencakup jaringan sungai, jalan, dan prasarana pendukung lainnya. Hasil identifikasi ini akan menjadi landasan untuk penyusunan langkah penanganan lanjutan demi mempercepat pemulihan kondisi wilayah dan aktivitas masyarakat di Siau.






