AS Roma berhasil meraih kemenangan krusial 2-0 atas tuan rumah Lecce dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026 pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. Penyerang tajam, Evan Ferguson, menjadi bintang lapangan dengan sumbangan satu gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.
Usai pertandingan, Ferguson mengungkapkan rahasia di balik kebangkitan I Giallorossi. Menurutnya, kepatuhan terhadap instruksi pelatih Gian Piero Gasperini menjadi faktor utama.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
“Kami menjalankan apa yang diminta pelatih. Kami harus menang setelah kalah di laga sebelumnya. Kami berhasil melakukannya, jadi kami sangat senang,” ujar Ferguson, dikutip dari laman resmi klub.
Kemenangan di Stadion Via del Mare ini menjadi pelipur lara sempurna bagi Roma setelah sebelumnya takluk dari Atalanta. Tambahan tiga poin ini juga menjaga posisi Paulo Dybala dan kawan-kawan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 36 poin dari 19 laga.
Ferguson mengakui timnya menghadapi jadwal padat. Roma hanya memiliki dua hari penuh untuk pemulihan pascakekalahan tipis 0-1 dari Atalanta pada Minggu (4/1) lalu.
Dengan waktu persiapan yang minim, tim asuhan Gasperini mengandalkan analisis video dan arahan taktis untuk menaklukkan perlawanan Lecce. Kepercayaan pelatih pun dibayar tuntas oleh Ferguson yang dipercaya tampil sebagai starter.
Pemain pinjaman dari Brighton and Hove Albion itu tidak hanya menyumbang gol pembuka pada menit ke-14, tetapi juga dinobatkan sebagai pemain terbaik. Pria berusia 21 tahun itu bersyukur mendapatkan menit bermain untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuannya sebagai striker.
“Aspek-aspek itu penting bagi seorang penyerang,” tutur Ferguson.
Selain Ferguson, sorotan juga tertuju pada gelandang muda Niccolo Pisilli. Laga kontra Lecce menandai debutnya sebagai starting eleven di Liga Italia musim ini, sebuah momen spesial bagi sang pemain.
Meski tampil penuh dan membantu Roma mengamankan kemenangan lewat gol tambahan Artem Dovbyk pada menit ke-71, Pisilli menolak besar kepala. Ia justru merasa penampilannya masih memerlukan evaluasi.
“Saya semestinya bisa bermain lebih baik,” kata Pisilli singkat, menunjukkan mentalitas rendah hati meskipun baru saja mencicipi debut manis sebagai starter.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi AS Roma untuk terus bersaing di papan atas klasemen. Sementara itu, kekalahan ini membuat Lecce tertahan di peringkat ke-16 dengan 17 poin dari 16 laga, kian mendekati zona degradasi. Mureks mencatat bahwa persaingan di papan tengah dan bawah Liga Italia musim ini semakin ketat, menuntut konsistensi dari setiap tim.
Referensi penulisan: mediaindonesia.com






