Chelsea harus menelan pil pahit kekalahan saat bertandang ke markas Fulham dalam lanjutan Liga Inggris pada Kamis, 08 Januari 2026. The Blues takluk dengan skor tipis 1-2, setelah bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah yang diterima Marc Cucurella di menit ke-22.
Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, tidak menampik bahwa diusirnya Cucurella menjadi titik balik yang menghilangkan momentum timnya. Padahal, menurut Mureks, Chelsea sempat menunjukkan tanda-tanda mampu meredam gempuran Fulham.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Saya sangat bangga dengan performa itu, tapi kita harus membicarakannya dengan cara berbeda. Saya pikir Fulham memulai laga dengan lebih baik, memenangkan lebih banyak duel dan bola kedua,” ujar McFarlane, seperti dikutip dari laman resmi klub.
McFarlane mengakui bahwa timnya sempat terlalu agresif di awal pertandingan. “Kami terlalu agresif dengan bola dalam 10 menit pertama, tapi kemudian saya pikir kami menemukan ritme kami dan kami bisa menembus area yang bagus, meski mereka terlalu menghormati kami dengan pola 5-4-1,” bebernya.
Momentum yang baru saja ditemukan itu harus sirna ketika Marc Cucurella diusir wasit. “Kami baru mulai menemukan ritme kami, beberapa kesempatan lewat bola mati, tapi lewat serangan balik kami harus bermain dengan 10 orang,” paparnya.
Setelah insiden tersebut, strategi Chelsea berubah drastis. “Kemudian kami fokus bermain lebih rapat, mengendalikan kotak penalti kami, dan di sepertiga akhir lapangan,” tambah McFarlane.
Meski demikian, McFarlane tetap bangga dengan semangat juang anak asuhnya. “Kami punya momen bagus dan saya sangat bangga dengan karakter tim untuk bangkit,” katanya.
Namun, gol penentu dari Harry Wilson di akhir pertandingan meninggalkan kekecewaan. “Setelah itu, kami tampak tidak akan kebobolan lagi sampai Harry Wilson menentukan pertandingan, jadi kami sedikit kecewa,” pungkas McFarlane.
Referensi penulisan: www.medcom.id






