Olahraga

Jonathan David Akhiri Puasa Gol Serie A, Ungkap Apresiasi Dukungan Tim Usai Juventus Cukur Sassuolo

Jonathan David akhirnya memecah kebuntuan golnya di Serie A, membawa Juventus meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sassuolo pada Rabu (7/1) dini hari WIB. Gol tersebut bukan hanya mengakhiri puasa gol panjang David, tetapi juga menjadi respons positif setelah penyerang asal Kanada itu sempat menjadi sorotan tajam.

Sebelumnya, David menuai kritik pedas usai gagal mengeksekusi penalti gaya panenka saat Juventus ditahan imbang 1-1 oleh Lecce. Kegagalan tersebut, menurut Mureks, sempat membebani mental sang pemain.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Dalam laga yang berlangsung di Mapei Stadium, Juventus tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Keunggulan Bianconeri dibuka oleh gol bunuh diri bek Sassuolo, Tarik Muharemovic, yang salah mengantisipasi umpan silang Pierre Kalulu.

Setelah itu, Fabio Miretti berhasil menggandakan keunggulan Juventus, sebelum akhirnya Jonathan David melengkapi kemenangan telak tim tamu. Bagi David, gol ini terasa sangat istimewa dan datang pada momen yang tepat.

“Menurut saya ini gol yang bagus, dan datang pada waktu yang tepat untuk saya dan untuk tim,” ujar David kepada DAZN Italia. “Yang terpenting pada akhirnya adalah kami kembali ke jalur kemenangan.”

Momen perayaan gol David menjadi sorotan. Seluruh pemain Juventus, termasuk pelatih Luciano Spalletti dan para pemain cadangan, berlari menghampirinya untuk merayakan bersama. Perayaan ini menandai berakhirnya puasa gol David di Serie A yang telah berlangsung selama 16 pertandingan.

“Saya melihat semua orang ada di sana. Itu momen yang indah. Semua di sini sangat mendukung saya dan tim. Fakta bahwa semua bisa merayakan bersama adalah pertanda yang bagus, dan saya benar-benar menghargai itu,” ungkap David.

David juga menyinggung kegagalan penalti sebelumnya yang sempat menghantuinya. Ia menegaskan bahwa kegagalan tersebut bukan karena kurang percaya diri, melainkan bagian dari risiko sebagai eksekutor penalti.

“Yang paling menyakitkan setelah penalti itu adalah rasanya seperti kalah, padahal kami hanya imbang. Itulah yang paling menyakitkan, karena menang adalah hal terpenting,” jelasnya. “Setelah itu saya tahu pertandingan datang dengan cepat, jadi saya mencoba melupakannya dan fokus ke laga berikutnya.”

Kemenangan atas Sassuolo ini menjaga Juventus tetap berada di posisi keempat klasemen Serie A, berbagi poin dengan AS Roma. Namun, persaingan menuju zona Liga Champions masih sangat ketat. Mureks mencatat bahwa Como hanya terpaut tiga poin dan masih memiliki satu laga tunda yang bisa mengubah peta persaingan.

Mureks