Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF (BWF World Championship) merupakan salah satu turnamen individu paling bergengsi setelah Olimpiade. Ajang ini menjadi medan pembuktian bagi para atlet elite dari seluruh dunia, dengan setiap medali memiliki nilai historis tinggi sebagai tolok ukur kesuksesan.
Indonesia, sebagai salah satu kekuatan tradisional bulu tangkis dunia, memiliki rekam jejak panjang dan membanggakan di turnamen ini. Atlet-atlet Merah Putih kerap menjadi langganan podium di berbagai sektor. Namun, dinamika persaingan global yang semakin ketat menghadirkan tantangan tersendiri, bahkan membuat Indonesia harus absen dari Kejuaraan Dunia 2021 karena alasan kesehatan dan wabah virus.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa di tengah pasang surut prestasi, beberapa nama atlet telah mengukir sejarah sebagai peraih medali terakhir bagi Indonesia sebelum era terkini. Berikut adalah lima peraih medali terakhir Indonesia di BWF World Championship.
Tommy Sugiarto (Tunggal Putra)
Tommy Sugiarto, putra sulung legenda Icuk Sugiarto, menjadi tunggal putra terbaik Indonesia setelah era Taufik Hidayat di ajang Kejuaraan Dunia. Ia sukses mempersembahkan medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2014 yang berlangsung di Denmark.
Pada edisi tersebut, Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil membawa pulang medali. Perjalanannya terhenti di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan tunggal putra China, Chen Long.
Lindaweni Fanetri (Tunggal Putri)
Dari sektor tunggal putri, Lindaweni Fanetri masih tercatat sebagai peraih medali perunggu terakhir bagi Indonesia hingga saat ini. Prestasi tersebut diraihnya pada Kejuaraan Dunia 2015 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.
Lindaweni menunjukkan performa impresif dengan menumbangkan wakil Taiwan, Tai Tzu Ying, di babak perempat final. Sayangnya, langkahnya terhenti di semifinal setelah takluk dari wakil India, Saina Nehwal.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Ganda Putra)
Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang akrab disapa “Daddies”, memegang rekor sebagai ganda putra dengan gelar juara dunia terbanyak. Mereka sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss.
Di laga final, Daddies berhasil mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pada edisi yang sama, Indonesia juga meraih medali perunggu dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Ganda Putri)
Pada Kejuaraan Dunia 2019, Greysia Polii/Apriyani Rahayu hampir mencetak sejarah. Namun, mereka gagal menembus laga final setelah dikalahkan oleh pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, di babak semifinal.
Hingga saat ini, belum ada ganda putri Indonesia yang berhasil meraih gelar juara dunia sepanjang sejarah turnamen ini. Greysia/Apriyani masih menjadi yang terbaik di sektor ini dengan perolehan medali perunggu.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Ganda Campuran)
Di sektor ganda campuran, dominasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum tertandingi. Mereka terakhir kali meraih gelar juara dunia pada tahun 2017 yang diselenggarakan di Skotlandia.
Secara keseluruhan, Indonesia telah berhasil meraih gelar juara dunia di empat sektor berbeda. Hanya sektor ganda putri yang belum pernah mencicipi medali emas di ajang BWF World Championship.






