Nasional

Jasad Pelatih Valencia CF Ditemukan di Labuan Bajo, Dua Anak Masih Hilang dalam Insiden KM Putri Sakinah

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, pada Minggu (4/1/2026). Penemuan ini terjadi setelah sepuluh hari pencarian intensif pasca-insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, dua anak Fernando Martin Carreras masih dalam pencarian.

Jenazah Pelatih Valencia CF Ditemukan di Selat Padar

Jenazah Fernando Martin Carreras, warga negara Spanyol, ditemukan sekitar pukul 08.47 WITA di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat. Penemuan ini menjadi titik terang dalam upaya pencarian yang telah berlangsung sejak kapal pinisi tersebut diterjang gelombang pada Jumat (26/12) malam.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

“Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah pria dewasa Warga Negara Spanyol di Perairan Selat Padar. Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” ujar Kabidhumas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, Senin (5/1/2026).

Setelah ditemukan dalam kondisi terapung, jenazah segera dievakuasi menggunakan Kapal KN SAR Punta Dewa milik Basarnas menuju Labuan Bajo. Sekitar pukul 10.15 WITA, jenazah tiba di Pelabuhan Labuan Bajo dan langsung dibawa ke RSUD Komodo untuk visum dan identifikasi oleh tim medis serta Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI).

Pencarian Diperpanjang, Dua Anak Masih Hilang

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko memastikan bahwa pencarian terhadap dua korban lain yang belum ditemukan akan diperpanjang. Kedua korban tersebut adalah anak laki-laki dari Fernando Martin Carreras, yakni Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier.

“Perpanjangan pencarian pertama itu dari tanggal 2–4 Januari 2026. Perpanjangan kedua sampai dengan 7 Januari 2026,” kata Irjen Rudi Darmoko.

Mureks mencatat bahwa insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah sebelumnya berhasil menyelamatkan tujuh orang, termasuk istri Fernando Martin, Mar Martinez Ortuno, serta satu anak perempuannya, Ortuno Andrea.

Penyidikan Dugaan Kelalaian Terus Berlanjut

Di sisi lain, kepolisian terus mendalami insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah. Kombes Henry Novika Chandra menegaskan bahwa proses penyidikan kini memasuki tahap analisis dan evaluasi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.

“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia,” kata Henry.

Menurut Henry, penyidik Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat telah memeriksa awak kapal serta pihak-pihak yang terlibat dalam operasional pelayaran dan layanan wisata. Pemeriksaan mencakup aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, serta penerapan prosedur keselamatan saat keadaan darurat.

Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah alat bukti dan dokumen kapal yang akan dianalisis lebih lanjut sebelum penetapan status hukum. “Penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinyatakan cukup,” tegas Henry.

Penegakan hukum ini, lanjut Henry, bertujuan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga, sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku usaha wisata bahari agar mengutamakan keselamatan pelayaran. “Kami akan menyampaikan perkembangan penyidikan secara terbuka kepada publik,” tutupnya.

Mureks